oleh

Klien Diserahkan ke Rutan Pondok Bambu, Kuasa Hukum Terpidana STT Setia Siapkan Upaya Hukum

Jakarta, TribunAsia.com – Kuasa Hukum Ernawati Simbolon menyampaikan Jaksa hanya menjalankan amar putusan yang terdapat pada nomor dua. Terlebih, dia mempertanyakan tentang Banding ataupun Kasasi putusan yang tengah berjalan dalam perkara pemalsuan ijazah di Sekolah Tinggi Theologi Injilia Arastamar.

“Dia menggunakan Amar putusan nomor 2, sedangkan kami masih menanyakan dan waktu banding bersama Kasasi pun dari Kejaksaan masih menanyakan tentang putusan yang sedang dijalankan,” ujar Dwi Putra Budiyanto di rumah tahanan perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (5/7/2019).

Diketahui, Ernawati Simbolon yang mengenakan kaos kuning sebelum dimasukkan ke Rutan Pondok Bambu sempat bertemu dengan Matheus Mangentang di Rutan Cipinang Klas 1-A, Jakarta Timur. Eksekusi kedua tersebut dilaksanakan oleh JPU dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur yang dihadiri oleh Handri, SH bersama Donal, SH.

“Tergantung prapadilan dan ada peninjauan kembali PK. Yang manusiawi yang namanya bertemu dan 7 tahun lagi baru bertemu. Tapi Pak Matheus sendiri dan Ibu Ernawati sudah menyerahkan,” ungkapnya.

(Foto : TribunAsia.com/Didi Wijayanto)

Namun demikian, tim Kuasa Hukum Ernawati Simbolon saat mendampingi kliennya, kata  dia mendatang akan koordinasi dengan tim Matheus Mangentang dan tim lainnya untuk melakukan upaya hukum lebih lanjut.

“Ini mau mengikuti putusan seperti apa dan harus bagaimana ?. Tentunya kami akan berkoordinasi dengan tim Bapak Matheus tim gereja dan tim lain-lainnya. Langkah hukum nantinya dengan kuasa hukum yang lain akan menggunakan haknya untuk mengadakan PK,” jelas dia.

Lebih jauh, Dwi menyadari perkara yang melibatkan Ernawati Simbolon dan Matheus Mangentang yang telah diputus di PN Jaktim ditetapkan sebagai tahanan kota. Alasan dia akan menempuh pra peradilan yakni tentang penahanan terpidana tersebut.

“Sebab perkara ini kan sudah lama putusan menyatakan bahwa Pak Matheus tetap ditahan di tahanan kota. Pra peradilan itu tentang penahanannya kalau kasus itu nanti akan di PK,” tegasnya.

Masih dalam penjelasan Kuasa Hukum, dia mempertanyakan terkait keributan dalam perkara STT Setia yang mana diketahui sesama pemeluk Nasrani. Bahkan keributan tersebut, menurut dia hingga ke internal sendiri termasuk Yayasan pendidikan itu sendiri.

“Saya memang pengajaran Nasrani sudah menjalankan beberapa perkara ini.Kenapa sih banyak dari orang kita Nasrani yang selalu ribut sendiri di rumah tangga sendiri. Apakah mereka sendiri menjalankan dengan kasih itu. Ribut tentang yayasan ribut tentang lain-lain yang intern sendiri,” sambung tim kuasa hukum. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *