oleh

Direktur Center Budget Analysis Harapkan Menteri BUMN Bukan dari Partai

Jakarta, TribunAsia.com – Direktur Center Budget Analisys mengharapkan Menteri BUMN mendatang di kabinet Jokowi Widodo bukan dari Partai melainkan ormas yang profesional seperti dari Muhammadiyah ataupun Nahdlatul Ulama (NU).

Adapun bangku Menteri lainnya juga ditegaskan Ucok harus diberikan kepada relawan diluar partai seperti kursi Kementerian Keuangan, Kementerian Ekonomi dan termasuk Kementerian Perdagangan.

“BUMN jangan dari partai tapi serahkan kepada ormas-ormas yang profesional karena di partai ini ada. Menteri ekonomi jgn dari partai harus diserahkan ke ormas-ormas Muhammadiyah atau NU,” kata Ucok Skydafi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019).

Muhaimin Iskandar dalam kesempatan itu dikatakan dia, saat ini ambisius ingin menduduki kursi MPR-RI menurutnya Cak Imin lebih mementingkan pribadi dibandingkan dengan partainya. Ia berpendapat, kepemimpinan Joko Widodo mendatang tidak ingin diganggu namun usulan kursi kabinet tetap ditampung.

“Muhaimin ngotot minta ketua MPR, dari dulu Muhaimin memperjuangkan dirinya sendiri bukan partai. Konsep orang Jawa itu ditampung semua tetapi yang harus digaris bawahi ini nggak ada oposisi. Kedepannya Pak Jokowi satu periode nggak mau diganggu,” ungkapnya.

Terlebih, Ucok pun mengkritisi Kemendes yang di jabat oleh Hanif tentang kinerjanya yang dinilai dilingkungan Kemendes banyak terjadi praktek korupsi. Kata dia, ketika terjadinya korupsi justru Kepala Desa yang dipermasalahkan.

“Hanif kerjanya cuma gaya-gayaan Kemendes itu banyak korupsi yang disalahin kepala desa, artinya menteri yang tidak cocok dipartai harus diganti,” papar Ucok.

Ia kembali memprediksi, periode kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf akan menempatkan kursi menteri yang berasal dari institusi kepolisian.

“Kedepannya banyak menteri yang dipilih dari kepolisian,” terangnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *