oleh

Imbas Pemadaman Listrik Kemarin, Penumpang Commuter Line Terlantar di Stasiun Buaran

Jakarta, TribunAsia.com – Penumpang kereta rel listrik (KRL) terlantar di Stasiun Buaran dikarenakan listrik padam. Mereka tak punya pilihan selain menanti operasional Commuter Line aktif kembali dan terpaksa harus duduk dilantai Stasiun.

Maman salah seorang dari sekian banyaknya penumpang tujuan Bogor mengeluhkan tentang pelayanan di Stasiun Buaran fasilitas toilet tidak memadai. Terlebih, dia telah menanti sejak siang hari sekitar pukul 13.00 hingga 21.23 WIB kereta listrik tersebut tidak kunjung tiba.

“Dari jam satu siang, cuma pemberitahuan harus mencari kendaraan lain takut waktunya. Mau ke toilet susah nggak ada aer seharusnya ada lampu aer nyala,” keluh penumpang Commuter Line kepada TribunAsia.com pada Minggu malam, (4/8/2019).

(Foto : TribunAsia.com/Didi Wijayanto)

Ia melanjutkan, jika menumpang kendaraan umum untuk bertolak ke Bogor Jawa Barat,  justru Maman menghindari, karena putranya diperkirakan berusia 4 tahun itu kerap mual didalam angkot.

Hingga larut malam, dia terpaksa menanti Commuter Line segera membawanya pulang ke Stasiun Bogor. Pria berkaos merah tersebut juga berharap, PT Kereta Api Indonesia lebih memprioritaskan pelanggannya dan jika Commuter Line bermasalah dengan listrik tentunya menyediakan fasilitas kendaraan untuk mengantarkan ke terminal terdekat.

“Bawa bocah. Kalau naek kendaraan lain mabok dia. (Menunggu kereta) abis sholat Zuhurhar langsung mati ini (kereta tidak beroperasi). Ini Bogor semua (penumpang yang terlantar) harusnya PJKA (PT KAI) ada mobil khusus,” ungkapnya.

(Foto : TribunAsia.com/Didi Wijayanto)

Ketika dikonfirmasi, Naufal petugas berseragam PT KAI mengatakan penumpukan penumpang yang berada di area Stasiun Buaran, Jakarta Timur disebabkan terjadinya pemadaman listrik.

Maka dampak dari padamnya listrik, para penumpang banyak yang menanti sambil duduk dan berhamburan mulai dari tangga hingga disepanjang area Stasiun.

“Iya nunggu kereta, listrik kan mati. Untuk ini bukan wewenang saya pak,” singkat Naufal. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *