oleh

Pemerhati Radikalisme dan Intoleran Menilai BUMN Serta ASN Terpapar Paham Radikal

Jakarta, TribunAsia.com – Pemerhati Radikalisme dan Intoleran menilai di kantor BUMN harus steril dari paham radikal. Kata Haidir Alwi di DKI Jakarta pegawai yang duduk di instansi pemerintah banyak terpapar paham intoleran dan ASN tersebut ada diberbagai instansi.

“Jadi nanti menteri yang akan datang itu harus harus disterilisasi yang masuk ke BUMN supaya tidak terpapar radikal. ASN aparatur sipil negara kita lihat saja di Jakarta kan banyak (radikal) itu macam-macam meraka sudah biasa,” jelasnya di bilangan Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).

Ia mengungkapkan, dari penghasilan pendapatan mereka yang terpapar paham radikal tiap bulannya setor 10 persen kepada kelompok yang dinyatakan Haidar intoleran.

Terlebih, dia menjelaskan organisasi yang dianggap yang dianggap radikal telah melangsungkan Kongres di Garut, Jawa Barat. Haidar menyebut kelompok Multaqo itu tak lain diisi oleh tokoh-tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah bubar.

“10 persen. Bubar dan kelompok Multaqo yang semuanya orang-orang HTI yang kongres di Garut, ini semua tokoh-tokoh HTI,” tandasnya.

Lebih lanjut, Pengamat mengutarakan meskipun organisasi HTI bubar akan tetapi sel-sel tersebut berkembang dibeberapa tempat. Kata calon Menteri BUMN itu, jika paham radikal tumbuh subur maka negara Indonesia akan mengalami bahaya serupa dengan Irak, Suriah, Afganistan dan Taliban.

“Nggak percaya hati bubar ?, selnya sel-selnya kemana-mana. Ini negeri bahaya saya melihat ini bukan goreng menggoreg jangan sampai kasus Irak, Suriah, Taliban, Afghanistan,” bebernya kembali.

Namun, upaya pencegahan paham radikal atau intoleran dia menyarankan Rektor yang berada di Perguruan Tinggi harus diganti. Dia juga menyasar, menurutnya dikementerian BUMN terlihat jelas paham yang dilarang tersebut diyakini terdapat paham radikal.

“Pencegahan paling kita harus tegas, baik sekarang Rektor yang terpapar radikal harus di sikat termasuk BUMN,” ujarnya.

Adapun, dia menyampaikan di BUMN diperbolehkan secara bebas memperjual belikan atribut berkalimat tauhid. Hal tersebut, kata Haidar telah memperoleh izin dari pejabat di eselon 1.

“Dengan bebasnya menjual bendera-bendera, topi yang bertuliskan kalimat tauhid yang bolehin jualan itu tingkat Eselon 1,” imbuhnya.

Selain itu, Menteri BUMN Rini Soemarno dimata Haidar Alwi adalah baik dan profesional. Tetapi, Rini memiliki kelemahan ditubuh BUMN tersebar paham radikal. Lanjut dia, yang terpapar paham radikal di BUMN diperkirakan orang-orang dekat Rini Soemarno.

“Rinso itu orang baik Rini Soemarno orang yang profesional tapi kelemahan dia terhadap radikalisme dibawah BUMN itu. Itu di sisi yang lain. Berarti terus dia tidak mampu itu tidak, mungkin temen-temen dia atau dia tidak enak itu bisa,” sambungnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *