oleh

Rektor STT Setia Dieksekusi, Kasipidum Berharap Ernawati Simbolon Serahkan Diri Segera

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Ahmad Fuady SH meminta kepada terpidana Ernawati Simbolon agar memiliki itikad baik agar menyerahkan diri. Menurut dia, istitusi Adhyaksa hingga kini tengah mencari salah seorang pimpinan di STT Setia yang belum dieksekusi.

Diketahui, saat ini dia lebih fokus terhadap Matheus Mangentang  yang diamankan dari rumah sakit yang terdapat di Jakarta Pusat. Pimpinan STT Setia yang tak lain selaku Rektor yang berhasil diserahkan ke Rutan pada Jum’at, 2 Agustus 2019 oleh pihak Kejari Jaktim.

“Kami lebih fokus ke yang satu ini dulu jadi setelah dieksekusi dan kami harap terdakwa Ernawati Simbolon supaya penyerahan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Kami harap itikad baik-lah menyerahkan diri,” tandas kepada kepada TribunAsia.com di Cipinang, Jaktim.

Baca Juga : Kejari Jaktim Berhasil Mengeksekusi Terpidana Pemalsuan Ijazah Palsu STT Setia

Meskipun baru berhasil mengamankan Matheus Mangentang, Kejari Jaktim tetap berharap Ernawati Simbolon lebih kooperatif dan menghormati proses hukum. Ditegaskan Kasipidum Jaktim, jika yang bersangkutan tidak mengindahkan himbauan tersebut maka dia bersama tim lainnya akan melakukan tindakan tegas kepada yang bersangkutan.

“Namun ketika terpidana Ernawati tidak kooperatif kita tetap akan cari. Kita akan upayakan upaya paksa juga,” terangnya.

Sekedar informasi, Ernawati Simbolon dan Matheus Mangentang di vonis bersalah oleh PN Jaktim selama 7 tahun. Terhitung saat ini, Kejari Jaktim berhasil melaksanakan eksekusi yang mana diketahui, pekan lalu sempat digeruduk keluarga korban.

Herwanto SH menyayangkan, kliennya dieksekusi pada saat cek kesehatan di sebuah rumah sakit. Mendatang, pihaknya akan mengupayakan melakukan pra pradilan terhadap perkara tersebut.

“Yang pertama saya merasa menyayangkan, apalagi eksekusinya di rumah sakit begini sedang diinfus terus juga usia sudah tua juga. Terhadap eksekusi ini upaya kami akan melakukan pertama pra peradilan bahwa kami menganggap Jaksa tidak ada diperintahkan untuk memasukkan klien kami ke rumah tahanan Cipinang,” jelas kuasa hukum

Ia menambahkan, sebelumnya kata Herwanto dirinya telah memberitahukan surat keterangan sakit dengan tujuan eksekusi dapat ditunda sementara. Terlebih, menurut dia, berkas putusan pengadilan dalam perkara ijazah tersebut tengah dipelajari olehnya termasuk tehnis eksekusi yang dilakukan Kejari Jaktim.

Baca Juga : Berikan Ijazah Tanpa Hak, Kuasa Hukum Matheus Mangentang Upayakan Pra Pradilan

“Hari Senin saya sudah memasukkan surat terkait dalam kondisi sakit kami minta tunda eksekusinya. Sekaligus kami juga mempelajari isi putusan ini, sebetulnya isi eksekusi ini bisa dieksekusi atau tidak sih,” ujar dia.

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Ady Wira Bhakti SH menjelaskan Matheus Mangentang selaku Rektor diserahkan ke Rutan pada Jum’at 2 Agustus 2019 yang sebelumnya diamankan di sebuah rumah sakit. Pihak Kejari Jaktim, kali ini berhasil melaksanakan eksekusi satu dari dua orang pimpinan STT Setia ke Rumah Tahanan Klas I-A Cipinang Jakarta Timur.

“Kemudian kami serahkan setelah eksekusi ke Lapas Cipinang sementara saat ini masih proses penyerahan terpidana. Sementara baru satu yang kami eksekusi,” ujar Wira.

Ia menambahkan, mendatang akan segera dilakukan eksekusi kembali terhadap terpidana Ernawati Simbolon yang tak lain pimpinan di STT Setia selaku Direktur. Sebelum diserahkan ke Rutan Cipinang, terpidana yang mengenakan batik itu didampingi oleh pihak keluarga dan kuasa hukum di kantor Kejari Jaktim.

Namun, Wira berharap kepada terpidana Ernawati Simbolon segera menyerahkan diri dan pihaknya hingga detik ini masih melakukan pencarian. Matheus Mangentang itu sendiri diamankan setelah diketahui keberadaannya dirumah sakit bilangan Jakarta Pusat.

“Sementara baru satu yang kami eksekusi, mungkin yang satu lagi butuh proses ya. Sementara masih kami tracking dulu ya keberadaannya. Kami himbau untuk segera menyerahkan diri,” tuturnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *