oleh

Berikan Ijazah Tanpa Hak, Kuasa Hukum Matheus Mangentang Upayakan Pra Pradilan

Jakarta, TribunAsia.com – Berikan ijazah tanpa hak kepada mahasiswa STT Setia, Matheus Mangentang melalui tim Kuasa Hukum menegaskan perihal kliennya diserahkan ke Rutan Cipinang Jakarta Timur.

Herwanto SH menyayangkan, kliennya dieksekusi pada saat cek kesehatan di sebuah rumah sakit. Mendatang, pihaknya akan mengupayakan melakukan pra pradilan terhadap perkara tersebut.

“Yang pertama saya merasa menyayangkan, apalagi eksekusinya di rumah sakit begini sedang diinfus terus juga usia sudah tua juga. Terhadap eksekusi ini upaya kami akan melakukan pertama pra peradilan bahwa kami menganggap Jaksa tidak ada diperintahkan untuk memasukkan klien kami ke rumah tahanan Cipinang,” jelas kuasa hukum kepada TribunAsia.com, Jum’at (2/8/2019).

Ia menambahkan, sebelumnya kata Herwanto dirinya telah memberitahukan surat keterangan sakit dengan tujuan eksekusi dapat ditunda sementara. Terlebih, menurut dia, berkas putusan pengadilan dalam perkara ijazah tersebut tengah dipelajari olehnya termasuk tehnis eksekusi yang dilakukan Kejari Jaktim.

“Hari Senin saya sudah memasukkan surat terkait dalam kondisi sakit kami minta tunda eksekusinya. Sekaligus kami juga mempelajari isi putusan ini, sebetulnya isi eksekusi ini bisa dieksekusi atau tidak sih,” bebernya.

Lebih lanjut, diapun memperlihatkan dokumen-dokumen terkait surat yang tidak tertera perintah untuk ditahan kedalam rumah tahanan. Herwanto berpendapat, Jaksa tidak menjalankan putusan seperti yang diamanatkan dalam lembaran berkas itu.

“Masa jaksa diperintahkan untuk memasukkan klien kami ke Lapas tidak ada kalau saya membaca surat ini. Surat ini Jaksa tidak menjalankan putusan. putusan ini tidak ada dia memasukkan ke lapas tidak ada,” sambungnya.

Namun demikian, diuraikan dia kembali penuntut umum tidak memasuki poin yang dianggap Kuasa Hukum sebagai tahanan kota. Dalam putusan tersebut, dia mengatakan tugas Jaksa tak lain adalah melaksanakan penetapan.

“Bahkan di sini dia tidak memasukkan poin ke 4, di dalam putusan itu menyatakan para terdakwa ditahan dalam tahanan kota. Dia tidak maksudkan jaksanya. Kenapa dia tidak masuk kan ini kan ada dalam poinnya. Karena putusan poin 4 itu yang menyatakan dia,” kata Herwanto.

“Karena isi putusan itu menetapkan para terdakwa tetap ditahan dalam tahanan kota. Sekarang kan tugas jaksa itu melaksanakan penetapan penetapannya,” imbuhnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *