oleh

Fakta Kajari Jaktim Enjoy Naik Ojek Online Bertolak dari Kantornya

Jakarta, TribunAsia.com – Fakta kesederhanaan Kajari Jaktim lebih memilih sebagai penumpang ojek dibanding naik kendaraan dinas. Rabu petang sekitar pukul 19.40 WIB, Yudi Kristiana melalui aplikasi online bertolak dari kantornya dibilangan D.I Panjaitan, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur dengan dijemput driver online.

Sebelumnya, dia menjelaskan terkait lebih memilih menumpang roda dua karena dirasa lebih nyaman. Bahkan, kata Yudi, ongkos jasa ojek online dinilai ekonomis dan sebagai penumpang ojek dia sudah dinikmati sejak cukup lama.

“Saya lebih enjoy kalau pulang dan berangkat naik ojek online saja dan lebih hemat. Kayaknya ada yang tahu tapi diam. Saya tuh tidak masalah saya dari dulu naik ojek,” tuturnya diruang kerjanya, Rabu (31/7/2019).

Kendati demikian, dari pantauan TribunAsia.com pimpinan Kejari Jaktim tersebut dengan menjinjing tas dan mengenakan jaket tidak kurang dari 5 menit menanti driver online. Dengan didampingi sopir kantor, dia melangkah kedepan pintu gerbang sambil bergegas mengenakan helm Gojek yang diberikan oleh driver.

(Foto : TribunAsia.com/Didi Wijayanto)

Selain aplikasi Gojek, Yudi juga memiliki aplikasi online lainnya seperti Grab Bike yang kerap dipergunakan ketika jam pulang operasional dari kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menuju kediamannya di Mampang, Jakarta Selatan.

“Saya itu apa adanya saja. Transportasi itu hanya sarana untuk sekedar mobilitas. Saya tinggalnya di kost Mampang Prapatan,” kata Kajari Jaktim dalam kesempatan yang lalu.

Namun demikian, dia pun menuturkan secara gamblang tinggal di DKI Jakarta diperkirakan telah cukup lama hingga mencapai 10 tahun yang lalu. Menurut Yudi Kristiana, untuk menghemat pengeluaran dia lebih memilih menggunakan ojek online.

Baca Juga : Kejari Jaktim Yudi Kristiana Memilih Naik Ojek Online Karena Hemat dan Merakyat

“Termasuk selama 5 tahun saya di KPK saya kost di sana. Nah kalau saya pakai mobil itu nanti itu macet waktunya lebih lama,” imbuhnya.

Sekedar informasi, pria berkaca mata itu juga sebagai Dosen dibeberapa perguruan tinggi ternama seperti di Universitas Diponegoro maupun di Kampus UNS Solo, Jawa Tengah. Ia menambahkan, berencana hendak kembali ke Perguruan Tinggi untuk memberikan mata kuliah hukum dan korupsi disebuah Universitas yang terdekat di Jakarta Timur.

“Ini saya di Jakarta Timur nanti aktif mengajar lagi di UKI. Saya biasa di Fakultas Hukum,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *