oleh

Pengembang Ingkar, Puluhan Warga Green Citayam Tagih Janji

Depok, TribunAsia.com – Puluhan warga dan konsumen perumahan Green Citayam City (GCC) di Desa Jagaraya, Citayam, Bojong Gede, Kabupaten Bogor Jawa Barat menuntut pengembang yakni PT Green Construction City (GCC) melunaskan janjinya menyediakan rumah yang belum dibangun dan fasilitas umum-sosial.

Disebutkan Azis, seorang pemesan rumah di GCC ini, dari dua ribu rumah hanya, sebagian kecil saja yang terealisasi, padahal sebagian besar konsumen sudah membayar uang muka.

“Rumah saya sudah dua tahun gak ada. Padahal uang sudah saya setor 50 juta. Sedangkan tuk menagihnya, sudah banget bisa ketemu sama orang dari pengembangnya,” sebut Azis kepada wartawan, Selasa, 30 Juli 2019.

Dijelaskan, pada Minggu (28/7), puluhan warga mendatangi kantor PT GCC menagih janji Direktur Utama, Ahmad Hidayat Assegaf yang merealisasi rumah yang belum dibangun. Selain itu, berkomitmen menyerahkan salinan Akta Jual Beli (AJB), Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan bukti pembayaran PBB kepada konsumen.

“Warga juga menagih janji PT GCC yang akan membangun Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial yang menjadi kewajiban pengembang. Namun kedatangan kami ke kantor GCC hanya ditemui oleh beberapa staf dan keamanan. Warga tampak menahan emosi saat mendapat informasi Hidayat Assegaf tidak berada di kantornya,” jelas Azis, profesional di bidang Bisnis Teknologi Informasi.

Disini ada warga yang sudah dapat unit. Tapi belum pernah akad. Dan bangunan yang baru selesai 80% padahal sudah 3 tahun kami menunggu,” papar Azis yang bertindak sebagai juru bicara warga.

Seorang warga lain menyebutkan, selain mempersoalkan rumah yang belum ada, dan fasos dan fasum, mareka juga mempertanyakan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) asli.

“Banyak yang senasib dengan saya. Sudah keluar uang banyak tapi gak jelas. Warga disini saja yang sudah tinggal diberi HGB palsu. Makanya selain soal Fasum mereka juga menuntun HGB asli,” ungkap warga.

“Fasum dan Fasos tidak ada dan kami ingin menanyakan HGB asli,” ungkap warga yang tak mau disebutkan namanya.

Sementara itu Aziz, salah satu konsumen GCC mengaku, kedatangannya ke kantor pengembang untuk menagih akad jual beli yang dijanjikan oleh pengembang. “ Aziz menambahkan telah menyetorkan uang sebesar Rp 50 Jt kepada pihak GCC. “Dari tahun ke tahun mereka janji janji mulu, makanya kami kesini. Tapi pemiliknya sedang ke Arab katanya,” jelas Aziz jengkel.

Pria yang berprofesi sebagai IT ini menambahkan banyak konsumen yang juga mengalami hal yang sama. Aziz berharap pemerintah bisa membantu persoalan ini dan tidak ada lagi konsumen yang terjebak.

disebutkan Azis, konsumen kena tipu, persoalan yang dialami warga ini sudah berlangsung lama sejak perumahan ini berdiri Tahun 2015. GCC sebagai pengembang dianggap belum memiliki izin saat perumahan itu dibangun.

Pembangunan Perumahan Green Citayam City yang terletak di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, telah tiga kali dihentikan paksa oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.

Berdasarkan berita pers, pada Maret 2016 Satpol PP Kabupaten Bogor menyegel ratusan unit rumah bersubsidi ini. Ratusan rumah itu berada di Green Citayam City.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Pemeriksaan pada Satpol PP Bogor saat itu, Agus Ridho penyegelan dilakukan lantaran pihak pengembang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *