oleh

Festival Rawajati Menampilkan Kesenian dan Silat Betawi

Jakarta, TribunAsia.com – Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (Astrabi) dan Lembaga kebudayaan Betawi (LKB) melalui Festival Rawajati menampilkan kesenian asli beladiri.

Anwar Albatawi selaku Ketua Umum Astrabi mengatakan, pihaknya belum bisa mengangkat harkat dan martabat para pesilat Betawi. Akan tetapi, dia berencana akan meningkatkan kualitas pelaku silat melakukan jalur ekonomi dibidang UMKM.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Astrabi belum bisa mengangkat harkat martabat pesilat. Tetapi Astrabi adalah sebuah objek dan subjeknya adalah manusianya bagamana kita bisa meningkatkan cita-cita kedepannya tapi tidak gampang untuk meningkatkan ekonomi para pelaku silat,” kata Anwar, Sabtu (27/7/2019).

Ia berharap, pesilat Betawi dapat merasakan kesejahteraan melalui pelatihan bisnis baik dilakukan dipemukimannya sendiri maupun usaha kecil lainnya. Selain itu, pemerintah diharapkan bisa bersinergi dengan masukan Seni dan Budaya Betawi kedalam mata pelajaran muatan lokal di DKI Jakarta.

“Pengusaha-pengusaha kecil. Atau usaha rumahan yang pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas hidup mereka. Yang yang saya harapkan sesegera mungkin meng kurikulum kan muatan lokal di DKI itu yang kita harapkan,” ujarnya.

Terlebih, dia meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan untuk segera membuat Peraturan Gubernur tentang seni budaya asal Betawi. Dalam Festival tersebut, berbagai kesenian Betawi ditampilkan dan dihadiri berbagai organisasi masyarakat Betawi.

Namun, perwakilan pemerintah daerah pun menyaksikan kegiatan yang disuguhkan oleh pelaku kesenian dan bela diri yang berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu.

“Sebagai pelaku seni budaya khususnya silat mendorong pemerintah DKI untuk segera mempergubkan terutama terkait dengan silat. Tanggapan masyarakat ke luar biasa apresiasi seni ini acara ada ondel-ondel ada tanjidor dan dari pihak Pemda support juga kepala dinas olah raga dari disparbud datang dan dan support juga dari Forkabi dan FBR juga datang,” sambungnya.

Ir. Endah S Pardjoko anggota DPRD DKI Jakarta memaparkan, kata dia, anggaran 2018-2019 telah diajukan yang dialokasikan ke bidang pariwisata dan kebudayaan.

Ia menjelaskan, kehadiran Dispora dan Disparbud disela-sela Festival Rawajati tersebut, diharapkan dapat bersinergi dengan dengan pelaku silat. Terlebih, kata anggota Komisi B, anggaran juga digelontor untuk kegiatan kesenian dan kebudayaan Betawi mencapai miliaran.

“Rancangan anggaran 2018-2019 sudah saya suka ya majuin tapi yang menarik ini ada dinas terkait ini satu dinas olahraga dan satu lagi dinas pariwisata dan kebudayaan. Diluar ini ada dari sebelumnya sudah ada kegiatan Abang None Jakarta dan sanggar-sanggar budaya itu 100 miliar lebih,” tandasnya.

Harapan dia, melalui kegiatan yang didukung dengan anggaran itu, setidaknya masyarakat bisa memanfaatkan dan generasi penerus berperan aktif dalam program melestarikan budaya Betawi. Dia menyadari, dengan kemajuan teknologi banyak generasi pemuda lebih condong bermain smartphone dibandingkan memperdalam kesenian dan budaya.

“Jadi kalau dinas-dinas ini sudah menyambut, saya rasa semua perguruan (silat) itu eksis bisa mengakomodir semua anak-anak muda bisa beradaptasi dilingkungan budaya. Mereka tidak aktif dengan gadget mereka jadi di lingkungan melek mereka lebih peduli lebih peka,” papar Endah.

Sementara, Pri Hasby pengurus DPP Astrabi menambahkan, acara serupa pernah dia lakukan di Pancoran dan Rawajati, Jakarta Selatan. Festival yang dia pernah tampilkan tersebut dengan biaya secara swadaya.

Mendatang, diharapkan pementasan seni dan budaya Betawi akan dilengarakan lebih besar lagi untuk memajukan kesenian asli dari DKI Jakarta.

“Saya juga pengurus pusat dari Astrabi acara ini di support penuh oleh ketum dari pusat kemarin dulu saya yang adain itu acara. Karena, baru gabung saya bikin inovasi baru buat diwilayah saya khusus Pancoran dan Rawajati pas gabung di Astrabi ada pencerahan bukan asas manfaat,” terangnya.

“Pesannya luar biasa amazing. kemarin beda banget kalau tahun kemarin swadaya luar biasa panggung, tenda di sewa sendiri , tapi ane yakin kalau mau memajukan budaya ke depan pastin banyak yang akan melihat bang anwar support kita dan tahun depan akan digedein,” imbuhnya.

Sekedar informasi, Minggu 28 Juli 2019 Festival Betawi akan diikuti puluhan pesilat se-Jabodetabek. Festival sebelumnya, juga pernah diikuti, namun dengan sebutan Festival Muharram di Jakarta Selatan.

“Besok kita juga ada festival betawi yang diikuti oleh 60 pesilat sikat Betawi se-Jabotabek untuk memperebuti piala Jakarta Selatan. Tahun kemarin bukan festival Rawajati tahun kemaren saya bergabung dengan festival Muharram kampung Betawi tapi sekarang festival kampung Rawajati,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *