oleh

Desa Inovatif : Bursa Pertukaran Inovasi Desa Klaster Kayu Putih

Namlea, TribunAsia.com – Bupati Buru Ramly Ibrahim Umasugi yang diwakili Sekertaris Daerah Kabupaten Buru Drs. A. Assagaf resmi membuka acara Bursa Pertukaran Inovasi Desa Klaster Kayu Putih tahun 2019 di Gedung Aula Serbaguna Kantor Bupati Buru, Senin 27 Juli 2019 pukul 10.00 WIT.

Acara kegiatan ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Buru, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Buru, atau yang mewakili Para Fokorpimda, Kabupaten Buru atau yang mewakili, Para Staf Ahli dan Asisten, Para Pimpinan OPD, Konsultan pendamping wilayah 5 Provinsi Maluku, para narasumber, para camat dan kepala desa, tim inovasi Kabupaten Buru, Lembaga P2KTD serta para undangan.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)
(Foto : Grace)

Dalam sambutannya yang di bawakan oleh sekda bupati mengatakan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada akhir tahun 2017 lalu, mencanangkan sebuah terobosan baru dalam rangka meningkatkan pembangunan di daerah pedesaan. Terobosan tersebut dilakukan untuk percepatan dan efektivitas penggunanaan dana desa. Segala langkah yang dilakukan kemudian dirangkum dalam sebuah rancangan dan diberi nama Program Inovasi Desa (PID).

Lanjutnya Program Inovasi Desa hadir dikarenakan selama ini berbagai program dan kegiatan di desa dianggap kurang variatif dan berkembang. Pada hal potensi sumber daya manusia dan sumber saya alam di desa, diyakini mampu menghasilkan banyak perubahan di desa. Inovasi dalam praktek pembangunan dan pertukaran pengetahuan merupakan hal mendasar dalam membangun Program Inovasi Desa.

(Foto : Grace)

Salah satu tahapan pokok Program Inovasi Desa adalah pelaksanaan Bursa Pertukaran Inovasi Desa yang merupakan media pertukaran pengetahuan terkait kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dinilai Inovatif. Dalam tahun 2018 pelaksanaan Bursa Inovasi Desa dilaksanakan ditingkat kabupaten berbeda dengan tahun ini. Bursa Pertukaran Inovasi Desa dilakukan di tingkat kecamatan atau klaster kecamatan dan hari ini, Kabupaten Buru lewat Panitia Bersama Tim Pelaksana Inovasi Desa menyelenggarakan Bursa Pertukaran Inovasi Desa yang menggabungkan Kecamatan Namlea, Lilialy, Batabual, dan Teluk Kaiely yang diberi nama Klaster Kayu Putih.

Sambung Bupati Buru, Program Inovasi Desa telah membuka ruang untuk bidang pengembangan sumber daya manusia, khususnya pencegahan stunting, yang merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama.

Anak yang terkena stunting umumunya bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Berdasrkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 diperoleh fakta bahwa bayi dibawah usia lima tahun (belita) yang menderita stunting mencapai 30.8% artinya sebanyak 7 juta balita di Indonesia saat ini yang merupakan generasi bangsa terancam kurang memiliki daya saing di masa depan.

Di Provinsi Maluku Prioritas pencegahan Stunting difokuskan pada tiga kabupaten yakni Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Kepulauan Aru. Kendati Kabupaten Buru tidak termasuk prioritas pencegahan stunting, namun upaya pencegahan wajib dilakukan, ungkap Bupati Buru.

Salah satu upaya untuk memastikan bahwa Dana Desa tahun 2020 diprioritaskan untuk pencegahan stunting adalah melalui fasilitasi konvergensi pencegahan stunting di 82 desa se Kabupaten Buru. Fasilitasi konvergensi berupa pendampingan kepada pemerinrah desa dan masyarakat desa untuk mengarahkan pilihan penggunaan dana desa kepada kegiatan kegiatan pembangunan desa yang berdampak langsung pada percepatan pencegahan stunting yang dikelola secara terpadu, tuturnya.

(Foto : Grace)

Kata Akhir dalam sambutan Bupati Buru menandaskan sorotan tema kegiatan Bursa Pertukaran Inovasi Desa ini yakni Desa Inovatif Buru Produktif, mengisyaratkan sinergitas dan integritas perencanaan pembangunan desa dan kabupaten. Penyelarasan arah pembangunan desa serta target utama pencapaian program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perangkat daerah secara holistik dan terintegrasi sesuai dengan visi Bupati Buru dan Wakil Bupati Buru yaitu Kabupaten Buru yang maju menuju msayarakat Bupolo yang sehat, cerdas, berakhlak, mandiri dan sejahtera, Tandas Bupiati Buru Ramly Umasugi.

Dikesempatan yang sama Ketua Panitia Ismail Fua juga menyampaikan pada tahun ini juga Bursa Pertukaran Inovasi Desa diawali dengan peluncuran atau Lounching Bursa Pertukaran Inovasi Desa di tingkat kabupaten yang dikelola secara mandiri oleh tim Inovasi Kabupaten dan untuk Kabupaten Buru telah dilaksanakan Lounching Bursa Pertukaran Inovasi Desa bersamaan dengan Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten pada tanggal 16 Agustus 2019.

Selanjutnya dijelaskan maksud dan tujuan kegiatan diantaranya adalah memperkenalkan inisiatif atau kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang dinilai inovatif guna mendukung peningkatan kualitas pembangunan. Dan menjaring inisuatif atau kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang belum terakomodasi, tutur ketua panitia.

Lanjutnya peserta Bursa Pertukaran Inovatif Desa Klaster Kayu Putih adalah perempuan dari desa desa di Kecamatan Namlea, Lilialy, Batabual, Dan Teluk Kaely, serta undangan yang terdiri Tim Inovasi Kabupaten (TIK) OPD, camat, P2KTD, pihak swasta dan undangan lainya. Selain itu Anggaran yang digunakan dalam kegiatan Bursa Pertukaran Inovasi Desa Klaster Kayu Putih ini bersumber dari anggaran DOK TPD Kecamatan Namlea, Lilialy, Batabual dan Teluk Kaely, tutur Ketua Panitia. (Grace)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *