oleh

Terima Kedatangan Korban Ijazah Palsu, Kasipidum Janji Surati dan Eksekusi Pimpinan STT Setia

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim), Ahmad Fuady SH menerima kedatangan keluarga korban ijazah palsu di ruang PTSP. Kata dia, berkas perkara tersebut telah diterima pihaknya dan sebagai Jaksa eksekutor dalam batas waktu yang ditentukan akan bekerja dengan secara profesional.

Terlebih, dia berjanji kepada keluarga korban akan selaku eksekutor, pekan depan Kejari Jaktim melayangkan surat kembali kepada kedua Terdakwa itu. Namun, jika surat tersebut tidak diindahkan, Ahmad Fuady akan tetap melakukan eksekusi terhadap Ernawati Simbolon dan Matheus Mangentang.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Permohonan maaf dari Kajari kita Pak Yudi karena jadwal beliau mengajar, tidak bisa dihubungi dan kami mohon dengan sangat maaf kondisi ini kita ketahui bersama.Terkait tuntutan yang Abang sampaikan kami sudah membacanya,” kata dia dengan didampingi Eco selaku Kasubsi dan Handri Jaksa yang menangani perkara tersebut, Jum’at (26/7/2019).

“Kami selaku Jaksa eksekutor sangat-sangat profesional dan sangat serius menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini, tidak ada main-main dan serius terutama Matheus Mangentang,” ujar Kasipidum Kejari Jaktim.

Baca Juga : Keluarga Korban Ijazah Palsu Geruduk Kantor Kejari Jaktim

Upaya-upaya eksekusi itu menurut Kasipidum, akan dilakukan sesuai dengan prosedur dan akan akan dilakukan dengan tahapan surat pertama hingga ketiga.

Lantas, pria berbatik itu juga meminta kepada keluarga korban untuk memberikan kepercayaan pada dirinya dalam menyelesaikan pokok permasalahannya itu.

Dijelaskan dia, surat pertama telah dilayangkan oleh pihaknya, dan surat berikutnya hendak dikirim kembali dengan harapan pimpinan STT Setia koperatif.

“Dalam pelaksanaannya ada SOP kita menjalani kita akan ajukan upaya pertama, kedua, ketiga dan kita akan cari yg bersangkutan. Yg utama koperatif dulu, panggilan pertama sudah kita layangkan. Mudah2 panggilan yg kedua datang. Jadi saya kira begitu, percayalah sama kami,” tuturnya.

Berbeda dengan Yusuf Abraham Selly, dia mempertanyakan kinerja Kasubsi dan Kasipidum yang pada pagi itu dimintai keseriusannya dalam menjalankan eksekusi. PN Jaktim sebelumnya telah  memutus perkara pemalsuan ijazah STT Setia dan memberikan vonis selama 7 tahun penjara dan subsider 3 bulan terhadap Ernawati Simbolon serta Matheus Mangentang.

Ia pun menuturkan, masing-masing dari mereka memahami hukum. Perlu, diketahui aksi dikantor Kejari Jaktim kali ini juga sebelumnya sempat dilakukan dikantor PN Jaktim, PT DKI Jakarta dan termasuk ke kantor Mahkamah Agung RI.

“KUHAP yang mana Bapak bilang benar itu. Jangan bilang Bapak kami tidak mengerti hukum buktinya tiap hari saya ada disini. Saya tanya disini ada Kasubsi tau tidak. Apa tindakan Kasi eksekusi. Sudah sejauh mana anda lakukan,” tanya dia.

Hingga putusan itu inchrah, kata dia, kedua Terdakwa yang menjabat sebagai Direktur dan Rektor hingga detik ini belum juga dilaksanakan eksekusi. Yang menjadi tuntutan utama peserta demo di kantor Kejari Jaktim, mereka tak lain untuk segera dilaksanakan eksekusi karena masa depan korban itu sendiri akibat dari ijazah palsu.

“Pak saya sudah tahu, saya tahu perkembangan sudah lebih dari bulan. Keputusan sudah inchrah,” tegas Yusuf berkemeja putih. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *