oleh

Komunitas Sahabat Juara, Tanamkan Budaya Nusantara Lewat Mengaji

Jakarta, TribunAsia.com – Pengajian Sahabat Juara rutin digelar setiap malam juma, jadwal mengaji membaca Yasin, hapalan surat pendek dan doa- doa. Budaya mengaji pada malam hari di tanah Nusantara sudah menjadi tradisi leluhur dimana pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta melalui Gubernurnya Anis Baswedan telah mengeluarkan peraturan daerah yg mengharuskan warga DKI untuk kembali menghidupkan budaya bangsa Indonesia mengaji pada malam hari.

Mengaji malam hari sudah mulai tumbuh di ibukota seiring dengan berlakunya Perda untuk mengaji dan belajar malam untuk anak usia sekolah di wilayah DKI Jakarta. Begitu juga dengan Pengajian Sahabat Juara yang berlokasi di Kampung Baru Rt 07/05 Kelurahan Sukabumi Selatan Kebon Jeruk, komunitas pengajian ini sudah menjadi inspirasi wilayah lain untuk menghidupkan kampungnya dengan membumikan Quran serta menghidupkan tradisi Nusantara dengan mengaji malam.

“Pengajian Sahabat Juara yang berlansung dari malam selasa sampai malam sabtu dengan materi ajar Quran,tajwid,hafalan surat pendek dan doa-doa, praktek sholat dan hadits serta akhlaq” Demikian keterangan ketua dewan pembina Samianto Athar, Jumat (26/7).

Sementara itu menurut Ketua Reaksi Cerdas Indonesia, Hamdan, Pemda tidak cukup hanya mengeluarkan Perda, lebih dari itu, guna memastikan program mengaji berjalan dibutuhkan langkah nyata, misalnya dukungan peningkatan mutu dan anggaran.

“Perlu perhatian dan dukungan pemerintah daerah sebagaimana program yang sudah diperdakan agar mendapatkan hasil optimal, khususnya dalam peningkatan mutu dengan anggaran yg cukup dan sampi ke sasaran pada komunitas kelompok mengaji” jelasnya kepada Tribun Asia.com.

Pemda perlu berkontribusi aktif dalam hal pengembangan sarana dan prasarana, tersedianya sarana penunjang yang layak merupakan faktor penting dalam memastikan program ini berjalan lancar.

“Untuk pengembangan dan sarana prasarana adalah mutlak dibutuhkan, gubenur sangat konsen terhadap pendidikan warganya yang dilandasi karakter Qur’an. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *