oleh

Keluarga Korban Ijazah Palsu Geruduk Kantor Kejari Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – Keluarga korban ijazah palsu kembali geruduk kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) pada Jum’at pagi. Kedatangan mereka tak lain menuntut segera dieksekusi pimpinan STT Setia yang mengeluarkan bukti kelulusan di Sekolah Teologi Injilia ilegal dengan terdakwa Ernawati Simbolon dan Matheus Mangentang.

Dengan tegas Yusuf Abraham Selly meminta kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur untuk merespon aspirasi korban yang notabene sebagai mahasiswa STT Setia. Hingga putusan itu inchrah, kata dia, kedua Terdakwa yang menjabat sebagai Direktur dan Rektor hingga detik ini belum juga dilaksanakan eksekusi.

(Foto : TribunAsia.com/Didi Wijayanto)

“Pak saya sudah tahu, saya tahu perkembangan sudah lebih dari bulan. Keputusan sudah inchrah,” ujar Yusuf diruang PTSP kantor Kejari Jaktim, Jum’at (26/7/2019).

Kendati demikian, dia juga mempertanyakan kinerja Kasubsi dan Kasipidum yang pada pagi itu dimintai keseriusannya dalam menjalankan eksekusi terhadap terpidana selama 7 tahun penjara subsider 3 bulan.

Yang menjadi tuntutan utama peserta demo di kantor Kejari Jaktim, mereka tak lain untuk segera dilaksanakan eksekusi karena masa depan korban itu sendiri akibat dari ijazah palsu.

(Foto : TribunAsia.com/Didi Wijayanto)

Ia pun menuturkan, masing-masing dari mereka memahami hukum. Perlu, diketahui aksi dikantor Kejari Jaktim kali ini juga sebelumnya sempat dilakukan dikantor PN Jaktim, PT DKI Jakarta dan termasuk ke kantor Mahkamah Agung RI.

“KUHAP yang mana Bapak bilang benar itu. Jangan bilang Bapak kami tidak mengerti hukum buktinya tiap hari saya ada disini,” ungkap Yusuf.

“Saya tanya disini ada Kasubsi tau tidak. Apa tindakan Kasi eksekusi. Sudah sejauh mana anda lakukan,” tanya dia.

(Foto : TribunAsia.com/Didi Wijayanto)

Dalam aksi itu, keluarga korban tidak dapat bertemu dengan pimpinan Kejari Jaktim dan diwakili melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum).

Saat itu, Ahmad Fuady SH menyampaikan permohonan maaf dihadapan keluarga korban STT Setia, karena tidak dapat bertemu langsung Yudi Kristiana selaku Kajari Jaktim.

Kata dia, berkas perkara tersebut pihaknya telah menerimanya dan sebagai Jaksa eksekutor dalam batas waktu yang ditentukan akan bekerja dengan profesional.

Terlebih, dia berjanji kepada keluarga korban akan melayangkan surat kembali kepada kedua Terdakwa itu. Namun, jika surat tersebut tidak diindahkan, Ahmad Fuady akan tetap melakukan eksekusi terhadap Ernawati Simbolon dan Matheus Mangentang.

“Permohonan maaf dari Kajari kita Pak Yudi karena jadwal beliau mengajar, tidak bisa dihubungi dan kami mohon dengan sangat maaf kondisi ini kita ketahui bersama.Terkait tuntutan yang Abang sampaikan kami sudah membacanya,”.

(Foto : TribunAsia.com/Didi Wijayanto)

“Kami selaku Jaksa eksekutor sangat-sangat profesional dan sangat serius menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini, tidak ada main-main dan serius terutama Matheus Mangentang,” papar Kasipidum Kejari Jaktim.

Upaya-upaya eksekusi itu menurut Kasipidum, akan dilakukan sesuai dengan prosedur dan akan akan dilakukan dengan tahapan surat pertama hingga ketiga.

Lantas, pria berbatik itu juga meminta kepada keluarga korban untuk memberikan kepercayaan pada dirinya dalam menyelesaikan pokok permasalahannya itu.

Dijelaskan dia, surat pertama telah dilayangkan oleh pihaknya, dan surat berikutnya hendak dikirim kembali dengan harapan pimpinan STT Setia koperatif.

“Dalam pelaksanaannya ada SOP kita menjalani kita akan ajukan upaya pertama, kedua, ketiga dan kita akan cari yg bersangkutan. Yg utama koperatif dulu, panggilan pertama sudah kita layangkan. Mudah2 panggilan yg kedua datang. Jadi saya kira begitu, percayalah sama kami,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *