oleh

Dapat Jaminan Hari Tua, Alasan Sopir Gabung Jak Lingko

Jakarta, TribunAsia.com – Keberadaan angkot Jak Lingko semakin ramai di Ibukota, rutenya pun semakin bertambah, Jang Lingko merupakan program transportasi dibawah naungan Pemda DKI yang dikoordinir oleh PT Transjakarta, walaupun awalnya banyak sopir yang menolak kehadiran Jak Lingko namun seiring berjalannya waktu jumlah sopir yang gabung Jak Lingko justru bertambah, salah satu penyebabnya karena Jak Lingko menghadirkan jaminan hari tua bagi pengemudinya.

Bekas sopir angkot biasa yang kini telah bergabung ke dalam Jak Lingko, sebutlah Johan, mengaku dirinya lebih mendapatkan kepastian masa depan keluarga setelah bergabung dengan Jak Lingko.

“Nilai lebihnya karena ada jaminan pensiun, misalnya jaminan anak untuk sekolah di negeri dan swasta, tanggungan untuk rumah tangga, disitu sih kelebihannya” ucapnya kepada Tribun Asia.com, Kamis (25/7).

Saat ditanya masalah pendapatan, pria patuh baya ini memberikan jawaban apa adanya.

“Kalau pendapatan mengikuti standar UMR lah di Jakarta” imbuhnya.

Besaran pendapatan sebenarnya tidak menjadi alasan bagi sopir bergabung Jak Lingko, dari penuturan Johan, diketahui sopir biasa bila mengemudi sehari penuh bisa mendapatkan tujuh sampai delapan juta dalam sebulan, tenu jauh di atas UMR, hanya saja tidak ada pihak manapun yang memberikan jaminan hari tua.

Penumpang angkot Jak Lingko juga sangat terbantu, mereka bebas bepergian tanpa menggunakan uang sepeserpun, cukup beli kartu Jak Lingko dengan harga tiga puluh ribu rupiah dengan saldo sepuluh ribu, dan saldo tersebut tidak akan berkurang bila hanya digunakan untuk angkot. Prosedurnya setiap penumpang saat naik wajib memberikan kartu kepada sopir untuk ditempelkan di alat verifikasi yang terletak di bagian depan atau samping sopir, setelah kartu dikembalikan lagi.

Demi kenyamanan selama berkendara, penumpang diharap menaati aturan selama di atas angkot, misalnya tidak membuang sampah seenaknya.

“Harapan kita penumpang jangan asal buang sampah seenaknya, saya tidak segan tegur langsung bila ada penumpang buang sampah semaunya, di atas angkot sudah ada tempat sampah” jelasnya.

Angkot yang bergabung Jak Lingko juga punya standar tersendiri, harus dinilai layak dalam hitungan lima tahun terakhir, setiap perkakas mobil juga harus diperbaharui setiap lima tahun. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *