oleh

Diduga LPJ Fiktif, Masyarakat Minta Polres Pulau Buru Tangkap Romaldus dan Afrizal

Namlea, TribunAsia.com – Terkait dengan laporan yang dilayangkan Kepela Desa (Kades) Masnana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) terhadap oknum anggota Polsek Waesama pada hari Jumat tanggal 17/6/2019 lalau, kini kembali giliran laporan resmi yang dilayangkan Bernadus Nurlatu anggota Polsek Kecamatan Waesama yang didampingi Istrinya, Ny Rolly Susana Samar bersama Kaur Pemerintahan dan pihak BPD Desa Masnana Senin Kemarin 22/7/2019.

Terkait dengan penyelewengan anggaran APBDes tahun 2017-2018 dan LPJ siluman Kepada Pemerintah Daerah(Pemda) Kabupaten Bursel yang dinilai LPJ asal- asalan tidak sesuai Rill dilapangan, maka hasil pemeriksaan tim Tipikor Polres Pulau Buru, segera menangkap Sang Kades Desa Masnana, saudara Romaldus Nurlatu bersama Sekertarisnya Aprisal Warhangan agar didekam dalam penjara tralli besi..

Permintaan ini datang dari mantan anggota BPD Desa Masnana, Gabrie Sinyo Ete, Menurut Ete, sejak lama Tim Tipikor Polres Pulau Buru telah melakukan hasil investigasi dan pemeriksaan seluruh kegiatan anggaran yang bersumber dari APBDes yaitu ADD & DD tahun anggaran 2017-2018 selama tiga tahap yaitu pengambilan dan pengumpulan data, pemeriksaan fisik pekerjaan dan pemeriksaan saksi–saksi namun, hingga kini juga belum dijemput paksa terhadap sang Kades Romaldus, ungkap Sinyo Ete.

Pemeriksaan Tim Tipikor Polres Pulau Buru yang dipimpin Pak Syarifuddin Teppo dan kawan-kawan, kini giliran masyarakat di desa ini sangat menunggu dan menanti hasil pemeriksaan tersebut. Masyarakat juga kesal dan berharap agar sang kades yang sering meninggalkan desa ini setelah mendengar mau melakukan pencairan ADD & DD Sang Kades tiba di desa kami. Kemudian setelah melakukan pencairan ADD dan DD sang kades menghilang dan berangkat ke Kota Ambon untuk berfoya-foya dengan anggaran yang diperuntuhkan untuk desa kami, tegas Mantan BPD Desa Masnana.

Hasil pemeriksaan fisik pekerjaan terkait pembangunan Pustu, MCK Masjid, PAUD, jalan stapak/ rabat, drainase/ saluran/got dan pemberdayaan anakan pala dan cengkeh yang ada di lapangan, kata Sinyo Ete dinilai sudah jelas dan terbukti dilapangan oleh Tim Tipikor Polres Pulau Buru sudah saatnya menangkap ulah sang kades dan sekertarisnya, ungkap Sinyo

Menambahkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) ADD dan DD tahun 2017-2018 terkait dengan pengadaan pakaian dinas untuk anggota BPD dan staf desa diduga kuat pengadaan itu fiktif. Bahkan sang kades buat LPJ telah melakukan pemalsuan dan tanda tangan palsu terhadap kwitansi siluman dari beberapa toko dan warung makan, hal ini merupakan tipu daya sang kades terhadap masyarakat desa kami.

Selain itu juga menurut Sinyo Ete, terkait dengan pelaporan ke pihak polisi, kami dapatkan laporan melalui Handphone/HP yang di hembuskan Sekertaris Desa Masnana, Aprisal Warhangan bahwa masalah ini kami dari desa telah didukung tiga pengacara dan tiga pengacara tersebut kami memfasilitasi dengan dana desa, untuk itu sekali lagi secara tegas Sinyo Ete minta Tim Tipikor Polres Pulau Buru dapat menjemput paksa sang kades, ujar Mantan BPD Desa Masnana.

Kata Sinyo kepada awak media di Namlea, Senin (22/07/2019), mengklarifikasi laporan yang disampaikan Alowisus Nurlatu dan An Tasijawa yang di lansir disalah satu media online bahwa oknum Polisi Waesama mengamuk dengan membawa sebilah parang yakni Aiptu Bernadus Nurlatu melakukan dengan melakukan pengancaman parang itu semua tuduh dan fitnah serta pemutar balikan fakta, jadi saya (Red.Sinyo) minta jangan mengada ada dengan laporan kebohongan.

Didalam rekaman itu tidak ada kata pengancaman dengan parang kepada Alowisus Nurlatu semua ini bohong besar, saya ( red. Sinyo) siap kapan saja menjadi saksi karna saat itu saya berada dirumah Bernadus Nurlatu, tandas sinyo dengan kesal. (Team)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *