oleh

Berebut Penumpang Tangan Sopir Angkot Luka Terbacok Arit

Jakarta, TribunAsia.com – Berebut sewa penumpang sopir angkot M-31 jurusan Kampung Melayu-Pondok Kelapa berakhir pembacokan. Indra Yatna alias (Iyat) ditangkap polisi setelah melukai tangan korban dengan menggunakan arit.

Diketahui, korban berprofesi sebagai supir angkot dan pembacokan itu terjadi di Cipinang Indah, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Untuk barang bukti senjata tajam itu sendiri, yang bersangkutan membuangnya di sekitar bantaran BKT.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Dalam persidangan, anggota Polri yang menjadi Saksi menjelaskan, kata dia, Terdakwa ditangkap dirumah sakit ketika mengantarkan istrinya yang akan bersalin ke rumah sakit.

“Istri terdakwa (Iyat) itu tengah hamil besar dirumah sakit, kita koordinasi dengan sekuriti setempat. Terdakwa itu melakukan dengan arit di sekitar pinggir kali BKT, (arit) dibuang dilempar,” jelas saksi anggota polisi, Rabu (24/7/2019).

Namun demikian, pimpinan sidang menyarankan kepada Terdakwa setelah meminta keterangan dari Saksi, dia mengatakan untuk sidang pekan depan diperkenankan menghadirkan saksi-saksi yang meringankan.

Pada saat itu, Iyat duduk seorang diri menghadapi proses hukum tanpa didampingi tim Kuasa Hukum di meja hijau.

Lanjutnya, saksi-saksi yang dimaksud Majelis Hakim PN Jaktim, bisa didatangkan dari pihak keluarga ataupun saksi mata yang menyaksikan langsung kejadian perkelahian itu di Cipinang Indah.

“Kalau terdakwa ada saksi yang meringankan nggak dari keluarga kamu. Dari saksi yang melihat itu bahwa kamu tidak semata-mata tidak ada masalah,” kata Sutikna, SH MH dengan didampingi M. Sirad, SH MH dan Tri Hadi Budisatrio, SH.

Masih menurut JPU, disela-sela persidangan, dia menyampaikan ketika perkelahian berlangsung Terdakwa sempat diteriakan maling. Terlebih, setelah diteriakan maling Terdakwa pun pergi meninggalkan lokasi perkelahian dengan salah seorang rekannya.

“Terdakwa pada saat diteriakan maling kamu kabur sama siapa,” tanya Yuli, SH.

Setelah itu kamu balik sana Ajis kan terus diturunkan dimana kamu. Kamu belum pernah dihukum ya,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi, Yuli selaku penuntut umum yang menangani perkara tersebut memaparkan, Indra Yatna alias (Iyat) duduk sebagai Terdakwa karena telah melukai tangan korban dengan sebilah arit.

Kata wanita berhijab itu, Terdakwa dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP karena memperebutkan penumpang dan berujung pembacokan.

“Pasal 351 ayat 2, sesama supir angkot tangannya luka,” singkat dia kepada TribunAsia.com. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *