oleh

HUT Kota Jakarta, Kecamatan Cakung Tampilkan Budaya Betawi

Jakarta, TribunAsia.com – Dalam Rangka Festival Perayaan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta Ke-492 Kecamatan Cakung Kota Administrasi Jakarta Timur menampilkan Seni dan Budaya Betawi.

Dalam kesempatan itu, Achmad Salahuddin selaku Camat Cakung mengatakan, tidak hanya pelayanan kependudukan dan perizinan, dia juga memberikan penghargaan terhadap anggota Satuan Pelaksana Perhubungan.

“Dalam rangka festival perayaan HUT Kota Jakarta ke-492 tingkat Kecamatan Cakung kegiatanya adalah tampilan seni budaya dan pemberian simbolis KTP, akte kelahiran, IMB, TDUP, alat-alat kebersihan, pohon serta penghargaan untuk anggota Satpel Perhubungan,” kata Salahuddin, Senin (22/7/2019).

Ia menambahkan, festival tersebut dibuka oleh M Anwar yang diketahui sebagai Walikota Jakarta Timur. Perayaan HUT Kota Jakarta itu sendiri dimulai pukul 09.00 WIB di pelataran kantor Kecamatan Cakung.

Selain itu, pengembangan usaha terpadu (PKT) pun turut andil memeriahkan HUT Kota Jakarta yang terdapat pada stand bazar. Tenda bazar itu sendiri didominasi dari masyarakat sekitar Kecamatan Cakung termasuk kader-kader PKK.

“Serta bazar PKT dan PKK kelurahan dan kecamatan acara dibuka langsung oleh Bapak Walikota. Penyampaian sambutan dan acara dimulai pukul 09.00,” ujarnya.

Namun demikian, kata Camat Cakung dalam HUT Kota Jakarta ke-492 dengan mengusung Tema “Wajah Baru Dengan Berbagai Pembangunan Fisik Serta Sarana Prasarana Yang disediakan Untuk Kepentingan Masyarakat”.

Terlebih, Salahuddin menyampaikan antara pemerintah dan seluruh unsur masyarakat saling berkolaborasi. Akan tetapi, menurut dia selain masyarakat juga diimbangi oleh unsur dari pihak swasta didalam saling bersinergi satu sama lainnya.

“Harus adanya kolabarasi antara pemerintah dan masyarakat serta swasta dan seluruh unsur masyarakat,” imbuhnya.

Seiring pesatnya perkembangan dan kemajuan Kota Jakarta, Camat Cakung mengharapkan budaya lokal harus dilestarikan. Adapun budaya lokal yang harus diperhatikan menurut dia, diantaranya budaya Betawi yang melekat kental dengan Kota Jakarta.

“Kemajuan yang terjadi tetap memperhatikan budaya lokal yang ada seperti budaya Betawi,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *