oleh

Pisah Sambut Kajari Jaktim, Yudi Kristiana: Tidak Perlu Takut, Saya Lebih kepada Pencegahan

Jakarta, TribunAsia.com – Pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dilaksanakan di Polonia, Al-Jazeerah Jalan Cipinang Cempedak 1 No.9 Jakarta Timur. DR. Yudi Kristiana SH MH menyampaikan, hukum hadir untuk mensejahterakan rakyat.

Masih tentang hukum, kata dia, tidak perlu harus takut akan hal tersebut, karena permasalahan itu lembaga Adhyaksa lebih mengedepankan pencegahan.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Kemudian ada hal yang penting yang ingin saya sampaikan dalam paska 20 tahun orang berdiri sendiri antara masyarakat dan hukum. Mestinya hukum hadir untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Yudi disela-sela pisah sambut dengan Teuku Rahman, pada Rabu malam (17/7/2019).

Dia menghimbau, kepada tamu undangan kala itu hadir dan tidak perlu harus takut mengenai pemamparannya itu. Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kajari Jaktim) baru menjabat, jika berlomba-lomba memenjarakan orang akan tumbuh penyakit sosial.

“Jadi tidak mengedepankan punishment (hukuman) itu jauh lebih penting. Jadi kalau masalah korupsi memenjarakan orang, berarti kalau 1 petak ukuran 6 meter biasa 10 orang. Sehingga muncul penyakit sosial, jadi disini berlomba-lomba membangun penjara,” jelas mantan penyidik KPK.

Ia pun menambahkan, dalam kurun waktu 20 tahun diutarakan dia, indeks korupsi tidak ada perubahan secara signifikan. Maka, Yudi menegaskan tindakan korupsi tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Terlebih, dia berpesan dihadapan M Anwar selaku Walikota Jakarta Timur untuk tidak takut terkait perkara hukum yang disampaikan oleh Kajari Jaktim tersebut. Namun, mantan Kajari Salatiga, Jawa Tengah itu pun lebih mengutamakan pencegahan khusus di Jakarta Timur.

“Maka konteksnya pemberantasan korupsi sudah berupaya kepada pencegahan. 20 tahun terakhir indeks korupsi tidak signifikan. Bapak, Ibu Walikota jangan takut saya tidak memenjarakan orang, bagaiman pencegahan di Jakarta Timur,” ungkapnya.

Selain itu, mantan Kejari Jaktim, Teuku Rahman SH MH mengingatkan kepada pihak pengadilan terkait penetapan dan menanti untuk segera diselesaikan PN Jaktim. Kata dia, jika keputusan tersebut telah rampung, maka hal tersebut akan menambah pemasukan khas untuk negara.

“Pak KPN satu lagi penetapan untuk penambahan khas negara,” pesannya kepada Sumino SH MH di rumah Polonia.

Kini, Rahman telah menjabat sebagai Asisten Intelejen Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan diakhir sambutannya, dia mengucapkan permohonan maaf kepada hadirin dalam pisah sambut dengan Yudi Kristiana sebagai penerusnya di Kajari Jaktim.

“Bapak Ibu apabila ada salah kata salah tindakan, kami mengucapkan maaf wabillahitaufik walhidayah wassalam mualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Rahman. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *