oleh

Pidato Jokowi Visi Indonesia, Ubedilah, Normatif dan Tidak Visoner

Jakarta, TribunAsia.com – Pengamat sosial politik UNJ Ubedilah Badrun, menilai pidato Presiden Terpilih Joko Widodo atau Jokowi secara umum cenderung normatif, meski tetap menghibur dan wajar sebagai Presiden. Namun dia menilai pidato Jokowi kurang visioner secara substansial.

Menurut Ubedilah yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS), ada dua hal yang justru penting dan ditunggu-tunggu oleh publik. Pertama, jika judul besar pidato Jokowi itu adalah Visi Indonesia, secara umum tidak menggambarkan sesuatu yang kuat tentang visi. Sebab menurutnya, visi bicara tentang masa depan Indonesia selama masa kepemimpinan lima tahun ke depan.

“Terutama misalnya Jokowi tidak bicara Visi Ekonomi lima tahun ke depan itu ekonomi Indonesia akan seperti apa? Hanya terucap kita akan bekerja keras, bangun infrastruktur dan membuka investasi sebesar besarnya. Itu bukan visi tapi itu cara mencapai visi,” kata Ubedilah.

Menurutnya, masyarakat Indonesia maupun dunia internasional berharap kejelasan visi ekonomi periode kedua Jokowi bisa menjelaskan posisi ekonomi Indonesia lima tahun ke depan di tengah dinamika perang dagang Amerika dan Cina. Khususnya wajah ekonomi Indonesia di tengah surplus demografi dan juga target angka pertumbuhan ekonomi. “Soal ini masih abstrak. Tidak terlihat dengan jelas,” katanya. (GN)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *