oleh

Kejari Jaktim Yudi Kristiana Memilih Naik Ojek Online Karena Hemat dan Merakyat

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta DR. dr, Yudi Kristiana SH MH lebih memilih sebagai penumpang ojek sepeda motor dibandingkan menggunakan fasilitas kendaraan dinas.

Kata Yudi, saat ini dirinya lebih leluasa merasakan jasa transportasi online, mulai dari berangkat menuju kantor maupun sebaliknya bertolak kembali ke Mampang, Jakarta Selatan.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Saya itu apa adanya saja. Transportasi itu hanya sarana untuk sekedar mobilitas. Saya tinggalnya di kost Mampang Prapatan,” kata Kajari Jaktim, Selasa (16/7/2019).

“(Mobil) lebih nyaman toh dari pada naik ojek. Tapi, dari pada hanya mobilitas lebih cepat. Ya lebih sederhana lebih berhemat lebih merakyat,” imbuh pria berkacamata diruang kerjanya kepada TribunAsia.com.

Namun demikian, dia pun menuturkan secara gamblang tinggal di DKI Jakarta diperkirakan telah cukup lama hingga mencapai 10 tahun yang lalu. Menurut Yudi Kristiana, untuk menghemat pengeluaran dia lebih memilih menggunakan ojek online.

“Saya lebih enjoy kalau pulang dan berangkat naik ojek online saja dan lebih hemat. Kayaknya ada yang tahu tapi diam. Saya tuh tidak masalah saya dari dulu naik ojek,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia kembali mengulas tentang kariernya yang pernah menjabat Kasubdit di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan. Perlu diketahui, dirinya pernah bergabung di institusi anti rasuah selama lima tahun diantaranya sebagai penyidik dan penuntut umum.

“Termasuk selama 5 tahun saya di KPK saya kost di sana. Nah kalau saya pakai mobil itu nanti itu macet waktunya lebih lama,” ujarnya.

Diluar tugas utamanya, mantan penyidik KPK tersebut juga sebagai Dosen dibeberapa perguruan tinggi ternama seperti di Universitas Diponegoro maupun di Kampus UNS Solo, Jawa Tengah. Bahkan, ditambahkan Yudi, dirinya juga pernah mengajar di Badiklat Kementerian dan Pusdiklat Bank BNI.

“Kalau di perguruan tinggi di UNS di Salatiga kadang di Undip dan masih banyak. Dulu saya mengajar di Badan Diklat. Lembaga-lembaga misalnya di Pusat Badiklatnya BNI saya dulu mengajar lama, ada di beberapa Kementerian,” tandasnya.

Ia menambahkan, berencana hendak kembali ke Perguruan Tinggi untuk memberikan mata kuliah hukum dan korupsi disebuah Universitas yang terdekat di Jakarta Timur.

Termasuk, diutarakan lagi oleh Yudi, akan mengamalkan ilmunya ke Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) yang lainnya.

“Ini saya di Jakarta Timur nanti aktif mengajar lagi di Badan Diklat atau di UKI. Saya biasa di Fakultas Hukum dan saya biasa mengajarkan mata kuliah yang berhubungan dengan korupsi,” tuturnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *