oleh

Irwannur Latubual Minta Perhatikan Kesejahteraan Raja dan Sultan se-Nusantara

Jakarta, TribunAsia.com – Prof DR Irwannur Latubual MM MH PhD selaku Raja Buru mengharapkan kepada Pemerintah lebih memperhatikan dan mensejahterakan Raja atau Sultan. Karena, menurut Raja Buru kepala negara memiliki visi misi harus bertanggung jawab bukan hanya seorang pemimpin akan tetapi lebih mementingkan rakyat dari pribadi.

“Yang pertama seorang kepala negara itu punya visi misi dan yang kedua itu mempunyai tanggung jawab. Tanggung jawab itu bukan hanya semata sebagai seorang figur. Tetapi seorang pemimpin lebih mementingkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara dari pada kepentingan pribadi dan keluarga,” jelas Irwannur, Selasa (16/7/2019).

Menurut Ketua Dewan Adat Nasional, saat ini banyak yang dinobatkan sebagai gelar raja kehormatan. Akan tetapi, jika pemimpin bangsa yang dianggap hebat disampaikan dia, bisa mengembangkan segala kemampuan spiritual untuk membangun Indonesia.

“Orang hebat (pemimpin) yang mengerti jati diri tentang dirinya, sehingga bisa mengembangkan kemampuan spiritual yang mampu mengarahkan segalanya untuk kepentingan bangsa untuk bangun Indonesia,” ujar Raja Pulau Buru di Jakarta.

Lebih lanjut, saran dia, Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pendidikan harus dibedakan dan terpisah. Kata Raja Buru yang mewakili rakyatnya, Pemerintah yang berjalan nantinya dapat membentuk Kementerian Kebudayaan yang baru.

“Menteri di Kebudayaan dan Pendidikan harus dipisahkan khusus. Dipisahkan harus ada Menteri Kebudayaan,” ungkapnya yang tak lain Ketua LN PKRI.

Namun, Irwannur merinci mendatang akan mengadakan rapat Nasional sesama raja-raja dan Dewasa Adat yang terdapat di Nusantara. Terlebih, dia mengklaim tidak ingin mencari kekuasaan dan sebaliknya, dirinya mempunyai kekuasaan sejak terlahir dari trah keluarganya.

“Kami akan rapat kepada raja dan sultan yang mana raja nasional dan kita akan sampaikan nanti dijelaskan didewan adat nasional. Kami tidak mencari kekuasaan karena kami sudah punya kekuasaan, kami lahir dari kecil sudah mempunyai kekuasaan,” terangnya.

Ia menambahkan dari Pemerintahan sebelumnya, Pemerintah harus berbuat untuk bangsa hingga akhirnya tombak kepemimpinannya. Kembali, Irwannur menegaskan pemimpin Kerajaan dan Kesultanan harus lebih diperhatikan oleh Pemerintah Pusat.

“Kita lihat dari presiden ke presiden artinya berpikir hari ini berbuat untuk bangsa dan negara. Tujuan berbuat untuk bangsa karena masa jabatan yang menikmati rakyat. Harapan kita agar kesejahteraan raja dan sultan diperhatikan,” tegasnya.

Kedepan, dia menyampaikan perlunya ada revisi Undang-Undang tentang hukum adat. Terlebih, Raja Buru menambahkan, sesuai dengan konstitusi Irwannur Latubual menilai raja dan sultan berada didalam kerangka Bhineka Tunggal Ika.

“Yang pertama kita juga meminta revisi undang-undang yang terbaik agar ada hukum adat. Kita berada dibingkai Bhineka Tunggal Ika sesuai pancasila sesuai dengan konstitusi kita,” tuturnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *