oleh

DMI : Masjid Bertindak Sebagai Wadah Pemersatu Bangsa

Jakarta, TribunAsia.com – Dalam rangka memperingati hari lahir Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang ke 47, DMI akan menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal dan seminar sehari pada Rabu (17/7) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. DMI berharap mesjid berfungsi sebagai wadah perekat kebangsaan.

“Ditengah berbagai dinamika bangsa dan bertepatan dengan milad DMI ke 47 yang jatuh pada 22 Juni, kami menyelenggarakan halal bi halal dan seminar sehari dengan tema “Islam Rahmatan Lil Alamin Sebagai Modal Utama Membangun Bangsa” yang dilaksanakan pada Rabu (17/07/2019) di Hotel Grand Sahid Jakarta” kata KH. Abdul Manan, Pengurus DMI, Selasa (16/7).

Tujuan utama dari kegiatan ini, lanjutnya, adalah sebagai bentuk l penegasan kepada semua elemen bangsa bahwa Indonesia saat ini berada dalam situasi yang damai dan tidak perlu ada kegaduhan. Terlebih, hajatan demokrasi seperti pileg dan pilpres 2019 sudah diselenggarakan secara konstitusional, sehingga sudah saatnya sebagai anak bangsa memfokuskan diri kedepan untuk kepentingan bangsa dan Negara.

Direncanakan acara ini akan dibuka oleh Wakil Presiden RI, H. Jusuf Kalla dan menghadirkan pembicara utama yakni wakil presiden terpilih 2019, Prof. DR, KH, Ma’ruf Amin.

“Pada kegiatan ini, DMI akan mengumpulkan seluruh tokoh ormas untuk mempererat silaturahim sebagai modal utama membangun bangsa ini,” jelasnya.

KH Manan yang juga merupakan pengurus PBNU menjelaskan bahwa DMI hadir dalam rangka mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pengembangan masyarakat dan persatuan umat. Terlebih menurutnya para inisiator DMI ini merupakan para tokoh ormas Islam dari seluruh Nusantara.

Oleh karena itu, KH manan menekankan bahwa sebagai muslim yang bertaqwa harusnya turut andil dalam mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa. Ketaqwaan umat Islam tidak mesti selalu diamalkan di mesjid namun juga diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari dalam masyarakat dengan menaati seluruh aturan yang berlaku.

“Diharapkan orang yang bertaqwa itu harus menaati aturan, aturan bermasyarakat, aturan berbangsa dan bernegara, aturan berpolitik termasuk aturan pemilu” ujarnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *