oleh

Penemu Mayat Wanita Hamil di Tol Cawang Hadapi Perkara Pencurian HP Samsung

Jakarta, TribunAsia.com – Penemu mayat wanita yang tengah hamil didekat Tol Cawang menjadi Terdakwa perkara pencurian handphone Samsung tipe S6. Diketahui, Fanianto yang tengah menangkap burung Lovebird menemukan sesosok mayat dan melaporkan kejadian penemuan mayat tersebut ke Polsek Makasar.

Menurut, Ainul Yaqin SH kliennya ketika di BAP dikantor polisi memberikan alamat dan nama yang tidak sesuai atas pelaporan penemuan mayat di taman. Kala itu, kata tim Kuasa Hukum, kliennya mengatasnamakan diri Irfan Jaya karena ditakutkan pelaporan penemuan mayat tersebut membuat dirinya ribet.

banner 336x280

“Awalnya dia (Fanianto) menemukan mayat dan memberikan nama palsu (Irfan) saat di BAP. Tidak jelas dengan cermat harus batal demi hukum. Dakwaan dinyatakan demi hukum absure (kabur) keterangan tidak sesuai,” jelasnya, Kamis (11/7/2019).

Kejanggalan perkara itu menurut dia, karena kliennya melaporkan dengan nama yang tidak sesuai termasuk alamat rekannya. Anehnya, ditambahkan tim Penasehat Hukum dari perkara penemuan mayat Fanianto menjadi Terdakwa perkara pencurian telepon seluler. Dalam keterangan dipersidangan, Terdakwa terancam Pasal 362 di PN Jaktim.

“Beberapa hari kemudian, Polsek Makasar mencari dia dan dan tidak diketemukan atas nama Irfan Jaya setelah ditunjukkan fotonya oleh penyidik kepada temannya ternyata namanya Fanianto (kini Terdakwa). Dia diancam 362 mengambil handphone,” ujar Ainul Yaqin SH dengan didampingi Iwan Mita SH dan Dharma Ad Hutapea SH.

Hingga saat ini, penemu mayat wanita hamil di Tol Cawang ditahan dan tiap pekan menghadapi persidangan dengan perkara pencurian telepon genggam. Lebih lanjut, Kuasa Hukum dimuka persidangan meminta kliennya dibebaskan karena dakwaan JPU dinilai kabur (obscuur libel).

“Tidak jelas dengan cermat harus batal demi hukum.  Pasal 143 ayat 2 dakwaan dinyatakan demi hukum absure (kabur) keterangan tidak sesuai dan memulihkan nama baik,” ungkapnya.

Perkara pencurian handphone tersebut ditangani oleh Ketua Majelis Hakim PN Jaktim, Tri Hadi Budisatrio SH dengan didampingi Hakim anggota Muarif SH dan Alex Ada Faisal SH. Sebelum sidang berakhir, JPU pun menyampaikan kepada Majelis Hakim PN Jaktim agar mempersiapkan diri untuk sidang mendatang dalam waktu satu pekan atau hari Kamis depan.

“Minta waktu satu Minggu yang mulia,” kata Manurung SH. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *