oleh

Kaur Pemerintahan Beberkan LPJ Fiktif Kepala Desa kepada Tim Tipikor

Namrole, TrIbunAsia.com – Kaur Pemerintahan Staf Desa Masnana Matius Nurlatu ketika dihubungi lewat telepon menanyakan terkait pemeriksaan dirinya oleh tim Tipikor Polres P. Buru di Kantor Polsek Namrole hari Kamis, 12 Juli 2019 pukul 12:00 WIT dan selesai pukul 18:00 WIT.

Mengatakan saya (Red.Matius Nulatu) baru saja selesai diperiksa oleh team Tipikor Sitinjak, SH kurang lebih 6 jam saya berada di ruang pemeriksaan Polsek Namrole.

banner 336x280

Lanjut Matius alias Jepo dirinya diperiksa dengan belasan pertanyaan dan yang paling trend ditanyakan penyidik tipikor terkait LPJ Kepala Desa Masnana T. A. 2017 – 2018 senilai Rp 2,347,307,000,-

Pertanyaan tipikor Polres P. Buru Sitinjak SH diantaranya penggunaan dana desa dengan simpel saya (Matius) menjawab dengan kekecewaan bahwa dana Desa Masnana lebih banyak digunakan untuk pembayaran utang utang pinjaman uang kepala desa yang ratusan juta dan selama kurang lebih tiga tahun ini menjadi Kaur Pemerintahan staf Desa Masnana dibawah kepemimpinan Kepala Desa Romaldus Nurlatu dan Afrizal Warhangan saya belum pernah liat fisik RAB ataupun rapat evaluasi dan melaporkan Laporan Pertanggungjawan (LPJ) kepala Desa Masnana ini seperti apa kepada kami staf desa.

Kepada penyidik Tikpikor Matius mengungkapkan kekesalan kekecewaan bahwa jangankan lihat fisik RAB Desa Masnana maupun rapat staf desa untuk pembahasan program kerja atau rapat dengan BPD Desa Masnana saja tidak ada, bagaimana kita staf mau tau apa yang menjadi skala prioritas untuk dilaksanakan di desa.

Sambil menjawab pertanyaan, penyidik sempat memperlihatkan LPJ Kepala Desa Masnana yang dIbuat oleh sekertaris Desa Masnana Afrizal Warhangan, saya (Red.Matius) sempat membaca beberapa item didalamnya tertuang pengadaan anakan pala 750 pohon dan anakan cengkeh 750 pohon total 1500 anakan pohon pala dan cengkeh dibagikan ke masyarakat ini semuanya fiktif ungkap Matius.

Pada hal kenyataan yang dibagikan ke masyarakat Desa Masnana hanya 100 anakan pohon pala dan 100 anakan pohon cengkeh dimana satu kk hanya mendapat 10 anakan pohon pala dan anakan pohon cengkeh jadi total 200 pohon.

Selain itu saya (Red.Matius) kaget membaca LPJ kepala Desa Masnana dimana tertuang dalam laporan tentang perjalanan dinas kepala desa dan sekertaris Desa Masnana dimana urusan kepala desa ke kantor bupati dan dinas terkait lainnya SPD 2 – 3 juta pada hal Desa Masnana masih dalam kota kabupaten namrole dan jarak Desa Masnana ke kantor bupati maupun dinas lainnya dengan menggunakan kendaran 3-5 menit tiba di kantor bupati maupun dinas lainya. Ini memang sangat keterlaluan dalam pemborosan anggaran desa. Kesalnya Matius Kaur pemerintahan staf Desa Masnana.

Ditempat ruangan yang sama pemeriksaan tipikor Polres P. Buru Sarifudin Mahu kepada Ibu Roly Zamar Nurlatu Kaur Kesra staf Desa Masnana yang sudah di pecat kepala Desa Masnana ketika dihubungi via telepon tadi malam pukul 19.00 wira juga memberikan keterangan terkait LPJ kepala desa nasnana sebagaimana dilansir media Online TrbunAsia. Com belum lama ini.

Mengatakan dirinya diperiksa team tipikor jam 13.00 wit selesai 18.30 wit saya (tes. Rol) menjawab sesuai dengan apa yang saya tau dan lihat di desa yakni ada satu kipas/wayar angin, tiga meja kerja, ada pembuatan jalan.

Lanjut Ibu Roly dengan membeberkan hutang hutang pribadi kepala desa yang pada tahun 2017 pencairan tahap pertama pembayaran hutang kepala desa Rp.8,000,000 kemudian pencairan tahap dua pembayaran hutang Kepala Desa sebesar Rp. 54,000,000, dan saat itu termasuk uang saya juga diganti dan sebagian besar uang saya juga belum dikembalikan. Tutur Ibu Roly kepada penyidik tipikor Polres P. Buru.

Selanjutnya alasan dirinya diberhentikan dari Kaur Kesra Desa Masnana karena dirinya sangat bertentangan dengan langkah dan kebijakan kepala desa dan sekretaris Desa Masnana sehingga dirinya dicopot pecat dari Kaur staf Desa Masnana. Tandas Ibu Roly.

Pantauan media Online ini pemeriksaan tahap pertama kurang lebih 9 orang staf desa dan juga masyarakat, selanjut menyusul lagi panggilan berikut kurang lebih 15 orang masyarakat termasuk masyarakat yang menerima pembibitan anakan pala dan cengkeh, sehingga info sementara dihimpun keberadaan team Tipikor kemungkinan besar pemeriksaan dan penyelidikan sampe minggu depan. (Team/Grace)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *