oleh

Temukan Mayat Wanita Hamil di Tol Cawang, Kuasa Hukum Menilai Dakwaan JPU Kabur

Jakarta, TribunAsia.com – Nilai dakwaan penuntut umum kabur, tim Kuasa Hukum Fanianto minta kepada Majelis Hakim PN Jaktim pulihkan nama baik kliennya. Saat eksepsi dibacakan, Ainul Yaqin SH, menjelaskan tuntutan yang dialamatkan kepada Terdakwa dianggap tidak cermat.

“Tidak jelas dengan cermat harus batal demi hukum. 143 ayat 2 dakwaan dinyatakan demi hukum absure (kabur) keterangan tidak sesuai. Awalnya dia menemukan mayat dan memberikan nama palsu saat di BAP,” bebernya bersama Iwan Mita SH dan Dharma Ad Hutapea SH, Kamis (11/7/2019).

banner 336x280

Ia menceritakan, permasalahan hukum muncul ketika kliennya menemukan mayat wanita hamil di sekitar tepi Tol Cawang, Jakarta Timur ketika hendak menangkap burung Lovebird. Burung yang hendak ditangkap terbang jauh selepas itu dia menemukan mayat di Taman yang terdapat di depan UKI, Cawang.

“Awalnya dia naik angkot, dia menemukan burung Lovebird lagi terbang lalu turun mau mengejar burung itu dari angkot. Tiba-tiba burung tersebut terbang ketaman depan UKI lalu terbang ke Tol nggk dikejar dia. Ketemu mayat wanita hamil setelah itu dia ngelapor ke tukang pisang. Kata tukang pisang nggak usah melapor nanti urusan ribetlah,” ujarnya.

Lebih jauh, Ainul memaparkan kliennya ketika di BAP di Polsek Makasar memberikan keterangan alamat rumah rekannya dan tercatat nama Irfan Jaya bukan identitasnya sendiri karena tidak ingin ribet. Sebenarnya, nama kliennya Fanianto justru menjadi masalah bukan perkara penemuan mayat yang belum diketahui siapa pelaku pembunuhan mayat yang terbaring itu.

Anehnya, kata tim Kuasa Hukum, Fanianto menjadi Terdakwa pencurian HP Samsung dengan tipe S6 dan terancam Pasal 362 di PN Jaktim dan diperkirakan ponsel Samsung dijual oleh Terdakwa area di Kramat Jati.

“Beberapa hari kemudian, Polsek Makasar mencari dia dan dan tidak diketemukan atas nama Irfan Jaya setelah ditunjukkan fotonya oleh penyidik kepada temannya ternyata namanya Fanianto (kini Terdakwa). Dia diancam 362 mengambil handphone,” imbuhnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *