oleh

Dijamin, Tiada Kongkalikong dalam Pilrek UI Kali Ini

Depok, TribunAsia.com – Sivitas Akademika Universitas Indonesia (UI) melakukan pemilihan rektor (Pilrek UI) baru masa bakti 2019-2024. Tiga organ Pilek UI yaitu, Majelis Wali Amanat (MWA), Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR), dan Panitia Khusus (Pansus) memastikan tidak ada kolusi, korupsi, dan nepotisme dalam Pilek UI 2019 ini.

Ketua Pansus Pilrek UI Wiku Adisasmito katakan, walau Menristekdikti mempunyai quota suara 35 persen, Pemerintah juga dipastikan tidak dapat mendominasi suara pemilihan sebab ada 65 persen suara lainnya. Wiku juga meyakini bahwa pemerintah akan memanfaatkan keterlibatannya demi kemajuan pendidikan tinggi dan mengamalkan azas transparansi dan tanpa intervensi.

“Sesuai Statuta Perguruan Tinggi, Menristekdikti punya 35 persen suara. Tapi tetap kita hindari mekanisme voting. Kita memilih musyawarah untuk mufakat. Pasti, calon rektor yang terbaiklah yang terpilih. Pilrek UI adalah pertaruhan Indonesia juga. Tak bisa main-main. Masyarakat luas mengamati. Ada mahasiswa juga dalam MWA. Semua proses ini juga harus dilaporkan kepada Paripurna MWA,” ujar Wiku Adisasmito di Kampus UI, Kota Depok, Jawa Barat,Rabu (10/7).

UI membuka proses pemilihan Rektor UI untuk masa bakti 2019-2024. Pendaftaran mulai tanggal 10 Juli – 4 Agustus hingga waktu penetapan rektor terpilih pada 25 Desember nanti.

Baca Juga : UI Buka Pendaftaran Rektor Masa Bakti 2019-2024

Senada, Sekretaris P3CR Donny Gahral Adan menguatkan, tidak akan ada suap, kongkalikon, atau ‘pintu-belakang’ dalam Pilrek UI ini. Malah, untuk menjaga kredibilitas, seluruh orang yang terlibat dalam kepanitian sudah menandatangani pakta integritas tidak menjabat jabatan struktural UI selama lima tahun kemudian.

“Bersih dan transparan. Nama baik UI taruhannya. Semua proses bersih total. Kami proaktif mensosialisasi Pilrek UI. Aktif menyapa kepada semua orang yang potensial untuk ikut pilrek ini. Sudah banyak yang berminat. Semoga nanti mencapai pendaftar lima puluh sampai seratus orang,” tegas Donny.

Sedangkan Ketua MWA Saleh Husin menyeroti harapan, rektor baru UI dapat meningkatkan kualitas dan peringkat UI di kancah perguruan tinggi dunia. Saleh Husin juga meminta pers terus memantau dan memberitakan pilrek ini secara luas, ketat, dan terus-menerus.

“Wartawan harus pantau terus. Beritakan terus berikan masukan. Jangan hanya di awal dan akhir ketika sudah ada rektor yang terpilih. Mulai sekarang wartawan juga harus memunculkan calon-calon potensial. Wawancara, ajak mareka ikut mendaftar. Pasti adalah pers sudah melihat calon potensial, munculkanlah,” sebutnya.

Ada pun yang terlibat ialah Ketua MWA UI Saleh Husin, Ketua P3CR (Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UI) Prof. Dr. Yoki Yolizar, Sekretaris P3CR Dr. Donny Gahral Adian, M. Hum dan Pansus Pilrek UI yang diketuai oleh Prof. drh. Wiku Adisasmito, MSc. Ph.D. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *