oleh

UI Buka Pendaftaran Rektor Masa Bakti 2019-2024

Depok, TribunAsia.com – Universitas Indonesia (UI) membuka pendaftaran calon rektor baru masa Bakti tahun 2019-2024. Disebutkan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI Saleh Husin, masa jabatan rektor sekarang, Muhammad Anis akan berakhir pada 4 Desember 2019 ini.

Di Jumpa Pers di Gedung Rektorat UI, Rabu (10/7), Saleh Husin mengatakan, penjaringan dan penerimaan pendaftaran bagi peminat Rektor UI dibuka dan dimulai sejak tanggal 10 Juli hingga 4 Agustus 2019.

“UI mengajak seluruh anak bangsa untuk bersama-sama mengawal dan berpartisipasi dalam proses Pemilihan Rektor UI periode 2019 – 2024. Pendaftaran Rektor UI terbuka bagi umum, bagi putra-putri terbaik bangsa di mana pun bisa mendaftar, namun tentunya memenuhi persyaratan. Saya berharap Rektor UI yang terpilih memiliki visi jauh ke depan, mampu membangun sinergi yang kuat antara jaringan nasional, regional hingga internasional, serta dengan dunia Industri. Diharapkan calon Rektor nantinya juga memiliki semangat kerja yang luar biasa karena tantangan perguruan tinggi ke depan semakin berat. Membangun UI juga turut membangun bangsa Indonesia.” ujar Saleh Husin manta Menteri Perindustrian dalam Kabinet Kerja, tahun 2014-2016 ini.

Ada pun yang terlibat dalam pemilihan Rektor UI ini yaitu, Ketua MWA UI Saleh Husin, Ketua P3CR (Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UI) Prof. Dr. Yoki Yolizar, Sekretaris P3CR Dr. Donny Gahral Adian, M. Hum dan Pansus Pilrek UI yang diketuai oleh Prof. drh. Wiku Adisasmito, MSc. Ph.D.

Sebutkan Ketua P3CR UI Yoki Yolizar, proses pemilihan Rektor terdiri atas penjaringan, penyaringan, dan penetapan, serta pelantikan. Sejalan dengan tahapan tersebut, akan dilakukan klarifikasi, verifikasi, dan seleksi yang akan menghasilkan setidaknya 20 calon rektor terjaring dimana Pengumuman 20 Calon Rektor akan dilakukan pada 2 September 2019.

“Setelah tahap tersebut, berikutnya akan dilakukan proses penyaringan oleh Pansus Pilrek pada tanggal 2 – 15 September sehingga, akan tersaring 7 Calon Rektor yang diumumkan pada 16 September 2019,” jelas Yoki Yolizar.

Kemudian, lanjut Yolizar, ke-tujuh Calon rektor tersaring ini akan melakukan presentasi di depan para pakar. Kemudian akan diumumkan 3 besar calon rektor pada 20 September 2019. Selanjutnya, Tahapan akhir, ketiga Calon Rektor tersebut akan menjalankan Debat Publik pada 23 September 2019. Hasil akhir yaitu Penetapan Rektor Terpilih akan dilaksanakan pada 25 September 2019.

“Debat publik tiga besar rektor UI ini akan dilakukan di Kampus UI. Tentunya di sebuah gedung yang besar yang dapat menampung banyak orang. Semua kalangan masyarakat boleh menghadirinya,” tegasnya.

Sedangkan Sekretaris P3CR UI Donny Gahral Adian mengatakan, berharap peminat yang banyak. Pendaftar dapat mengakses di pemilihanrektor.ui.ac.id.

Donny juga sebutkan, proses penyaringan Calon Rektor UI juga melibatkan lembaga negara diantaranya BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) sebagai upaya ketatnya penentuan rektor UI yang bebas dari pepaham ideologi laten dan perasuah.

Berikut syarat dan kriteria menjadi Calon Rektor UI yaitu,

1. Warga negara Indonesia.

2. Belum berusia 60 (enam puluh) tahun pada saat dilantik menjadi Rektor sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

3. Sehat jasmani dan jiwa berdasarkan surat keterangan dari Rumah Sakit Pemerintah yang ditentukan oleh Pansus Pilrek.

4. Berpendidikan Doktor dari perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI berdasarkan tanda lulus yang sah atau berpendidikan doktor dari perguruan tinggi luar negeri yang telah disetarakan oleh Kemenristekdikti.

5. Menyerahkan Daftar Riwayat Hidup termasuk data tentang pekerjaan, pengalaman, pendidikan, dan keluarga serta NPWP dan SPT terakhir.

6. Membuat makalah maksimal 10 halaman yang berisi:

a. Motivasi calon untuk menjadi rektor, pemikiran mengenai Renstra UI dan program kerja yang mengacu kepada Kebijakan Umum Ul,

b. Gambaran diri atau uraian tentang diri sendiri

7. Menandatangani surat kesanggupan untuk menjadi Rektor, memberikan komitmen bekerja penuh waktu, dievaluasi secara berkala dalam jabatannya sebagai Rektor, mundur atau menerima diberhentikan jika dinilai oleh MWA tidak sanggup memenuhi tanggung jawabnya

8. Menyerahkan surat pernyataan bermaterai bahwa yang bersangkutan bukan anggota partai politik.

9. Menyerahkan surat pernyataan bermaterai bahwa yang bersangkutan bebas dari kepentingan politik, ekonomi, maupun kepentingan pihak di luar UI lainnya yang bertentangan dengan kepentingan UI.

10. Menyerahkan surat pernyataan bermaterai, bahwa yang bersangkutan tidak pernah ditetapkan menjadi terdakwa dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *