oleh

PT Palm Mas Asri Harap Jaksa Eksekutor Melaksanakan Perintah Putusan MA

Jakarta, TribunAsia.com – PT Palm Mas Asri mengharapkan ketegasan dari Jaksa eksekutor dibawah kendali Kejaksaan Negeri Jakarta Utara sebagai mana yang tertuang di dalam surat perintah No. Print-154/0.1.11/Epp.3/02/2019.

Paulina Siregar sebagai tim legal PT Palm Mas Asri (PT PMA) mengatakan, dengan putusan tersebut Jaksa eksekutor dapat melakukan penahanan kepada kedua Terdakwa diantaranya Seyung Subrani dan Erik. Kata dia, dengan keputusan yang ditetapkan dan dikuatkan oleh pengadilan justru Jaksa terkesan melakukan pembiaran karena tidak menahan kedua Terdakwa tersebut.

“Disini saya menggaris bawahi kepada Jaksa yang tidakmelaksanakan penahanan. Ada apa dengan Jaksa tersebut, karena selama persidangan PK berlangsung terdakwa malah 2 kali dihadapkan dalam persidangan, tetapi Jaksa melakukan pembiaran,” jelas Paulina kepada wartawan, (9/7/2019).

Perlu diketahui, Jaksa Sri Astuti SH, Arih Wira Suranta SH MH, Theodora Marpaung SH, Mat Yasin SH, Fedrik Adhar SH, Heri Prihariyanto SH selaku Jaksa eksekutor dibawah kendali Kejari Jakut untuk melaksanakan putusan MA RI No. 247 K/Pid/2018, pada tanggal 26 April 2018, yang amarnya berbunyi :

  1. Menyatakan Terdakwa I. Seyung Subrani danTerdakwa II. Erik telah terbukti secara sah danmeyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Penggelapan yang dilakukan secara bersama-sama.
  2. Menjatuhkan kepada Para Terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing 1 (satu) tahun.
  3. Memerintahkan Para Terdakwa ditahan dan seterusnya.

Menurut, Paulina Siregar selaku tim legal PT Palm Mas Asri (PT PMA), bahwa sidang permohonan peninjauan kembali (PK) diadakan pada tanggal tanggal 18 Juni 2019. Ditambahkan, dalam persidangan lalu kedua Terdakwa tidak menghadiri sidang akan tetapi hanya Kuasa Hukum dari kedua Terdakwa. Namun, persidangan pun sempat ditunda Majelis Hakim karena Seyung Subrani dan Erik tidak berada diruang sidang.

“Bahwa dalam sidang tersebut hanya dihadiri penasehat hukumnya saja, tanpa dihadiri Terdakwa I dan Terdakwa II. Sehingga Majelis Hakim menunda persidangan dengan meminta kepada penasehat hukum untuk menghadirkan Terdakwa I dan Terdakwa II, pada sidang tanggal 25 Juni 2019,” jelas tim legal PT PMA.

Lebih jauh, dia memaparkan pada tanggal 25 Juni 2019 dan tanggal 2 Juli 2019 yang hadir pada persidangan tersebut adalah Seyung Subrani dan dan Erik. Saat itu, kedua Terdakwa didampingi oleh tim Penasehat Hukum. Terlebih, Paulina menilai perintah putusan perkara tersebut hingga kini belum dilaksanakan oleh tim Jaksa yang menangani perkara Seyung Subrani dan Erik di PN Jakut.

“Bahkan sebelum persidangan berlangsung Saya telah menanyakan kepada Bapak Mat Yasin, SH, bagaimana pelaksanaan Surat Perintah No. Print-154/0.1.11/Epp.3/02/2019, yang diterbitkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara tersebut,” ujanya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *