oleh

Tunaikan Ibadah Haji, Walimatus Safar Dilaksanakan di Masjid Al-Muntaha Matraman

Jakarta, TribunAsia.com – Dalam sambutannya, KH Jamaludin meminta doa dari paraa jamaah Masjid Al-Muntaha Jalan Kayu Manis Barat No.99 Matraman, Jakarta Timur. Doa tersebut diharapkan kedepan agar dipermudah dalam menunaikan ibadah haji ke Baitullah, Mekkah.

Terlebih, disela-sela Walimatus Safar, Jamaludin mengatakan dia beri kepercayaan dalam melayani calon jamaah haji asal negara Indonesia yang hendak bertolak ke Mekkah. Menurutnya, menunaikan ibadah haji yang terkandung pada rukun Islam yang kelima merupakan bagian dari rizki yang terbesar dan calon jamaah haji tidak akan pernah bosan meskipun pernah ke Baitullah.

“Kesempatan bisa berangkat ke baitullah merupakan Rizki yang besar dan tidak ada rasa bosan untuk pergi ke Baitullah. Jama’ah haji merupakan tamu Allah yang sangat spesial dan dijamu oleh Allah yaitu dosanya diampuni dan doanya dikabulkan oleh Allah,” jelasnya saat sambutan di Masjid Al-Muntaha pada Minggu malam (7/7/2019).

Ia menceritakan kisah Nabi Ibrahim AS yang menyerukan tentang ibadah haji kepada kepada jamaahnya untuk ke Baitullah. Untuk itu, Jamaludin menambahkan oleh-oleh yang terbaik adalah doa dari orang-orang yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji. Selain itu, dia juga mendoakan kepada jamaah lainnya yang kala itu berkesempatan hadir agar mendatang dapat melaksanakan ibadah haji.

“Oleh-oleh yang terbaik bagi orang yang pulang haji adalah doanya,” tandasnya.

Saat Walimatus Safar tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh agama antara lain Ustadz Arif Sholeh, Ustadz Syarif Hidayat, Ustadz Haikal, Ustadz H. Lili, Ustadz H. Mukhtar, Ustadz Ichsani Sidik, Ustadz Laksono, Ustadz H. Zainuri, Ustadz H. Anas Abdul Jalil, aggota MUI, DMI, jamaah Santri Al-Muntaha, Mayor Infanteri Ahmad Yuono selaku Danramil 02 Matraman dan Camat Matraman.

KH. Munif Ahmad menyampaikan bagi para peserta yang akan menunaikan ibadah haji diharapkan diberikan kemudahan. Dia menjelaskan, ibadah haji telah ditentukan oleh Allah SWT jatuh pada bulan Zulhijjah.

Lebih lanjut, kata Munif dalam ibadah haji terdapat hikmahnya ketika mengenakan baju ihram artinya jangan sombong dihadapan Allah dan hanya memakai dua lembar kain artinya kita kecil dihadapan Allah.

“Bulan Syawal merupakan bulan peningkatan ibadah, masuk Zulqokdah persiapan haji. Kemudian masuk bulan Zulhijjah, tanggal 9 Zulhijjah wukuf di Arafah, tanggal 10 Zulhijjah melempar jumrah aqobah, tanggal 11,12,13 lempar jumroh wula, wustho aqobah,” ujarnya.

Dalam menunaikan ibadah haji, dipaparkan kembali olehnya, dalam tausiyahnya Munif Ahmad berpesan agar tidak mengejar kehidupan dunia. Yang terpenting, dia mengatakan, jika memiliki rezeki lebih kiranya segera melaksanakan ibadah haji.

“Sai artinya kita jangan ngoyo dalam kehidupan dunia. Tahalul kita bersyukur kepada Allah, karena rukun haji sudah kita laksanakan,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *