oleh

Geliat Saudagar KOOD Bangkitkan Ekonomi Rakyat Melayu Depok

Depok, TribunAsia.com – Sejumlah keuntungan dirasakan masyarakat dari selenggaraan Lebaran Depok, tanggal 6-7 Juli. Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) adalah organisasi warga Kota Depok dari budaya Melayu Depok.

Disebutkan Ketua KOOD Ahmad Dahlan, perkumpulan ini murni mengembangkan dan melestarikan seni, budaya, dan perekonomian warga.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Anggota KOOD sangat cair. Siapa saja dan dari profesi apa saja. Kami fokus pada program agama, sosial, seni, budaya, dan perekonomian, dan tidak pada politik praktis sebab, kita berasal dari pelbagai kalangan,” ujar Ahmad Dahlan, seperti dilaporkan TribunAsia, Senin (8/2/2019).

Multitalenta dari aktivitasnya inilah menimbulkan multiguna perkumpulan orang Depok ini. Disebutkan Ketua Saudagar KOOD Acep al Azhari, sayap kongsi perniagaan yang dipimpinnya sudah mulai membuat produksi air minum mineral kemasan.

Produk air minum kemasan sudah dapat diperkenalkan pada publik dalam waktu tiga pekan ke belakang nanti. Saat ini kongsi Juragan KOOD ini sudah menemukan sumber air di Sukabumi, menyusun pendanaan, dan pabrikasinya.

Dijelaskan tokoh masyarakat Kota Depok ini, Juragan KOOD ingin warga Depok punya rasa pembelaan kepada produk lokalnya dan mensejahterakan taraf ekonomi warga

“Ini usaha organisasi supaya KOOD punya sumber dana dalam melakukan kegiatan seni dan budaya. Kampanye keberpihakan dan pembelaan kepada produk lokal harus kuat dari masyarakat,” ujar pengusaha pengusaha dan pendidikan ini.

Sebut Acep al Azhari, person yang tergabung dalam organ Juragan Depok ini adalah pengusaha yang sudah mandiri yang sudah mapan di bidang usaha masing-masing sehingga keterlibatannya didedikasikan untuk semata memajukan organisasi dan pelestarian kebudayaan Depok serta membina pengusaha kecil yang tergabung dalam usaha kecil.

“Renungkan, bumi kita, pasar kita, pembeli kita, kenapa kita hanya jadi pembeli saja?. Sudah waktunya kita sadar dan bangkit menjadi pelaku usaha dan kita jadi konsumen produk sendiri. Ayuk cinta produksi bangsa sendiri sekaligus mensejahterakan bangsa sendiri. Ayuk punya sikap pembelaan kepada produk lokal kita,” sebut Acep, bagian dari pemimpin informal warga Kota Depok ini. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *