oleh

Idris: KOOD Ajang Perkuat Persatuan dengan Kebudayaan

Depok, TribunAsia.com – Animo warga Kota Depok sangat tinggi mengikuti acara Lebaran Depok yang diselenggarakan Kumpulan Orang-Orang Depok di kawasan Sawangan Village, Sawangan, Kota Depok Jawa Barat.

Disebutkan Wali Kota Depok Muhammad Idris, KOOD adalah organisasi warga Kota Depok yang berbudaya betawi. Tujuannya untuk menjalin sesama warga dan membina kebudayaan Betawi Depok.

“Ini kita gairahkan lagi, kita bangkitkan lagi kebudayaan di Depok yang etnisitas betawi yang bernuansa agama, kesenian, dan bahasa. Seni budaya seperti, tari betawi, pencak silat, dari berbagai Perguruan di Depok. Ada Gambang Kromong dan Lenong bocah dari budaya Depok. Malamnya diisi dengan istilah malam roahan dengan diisi ceramah agama oleh tokoh agama Depok,” ujar Muhammad Idris yang juga orang Depok asli, Sabtu malam (6/7/2019),

Hal senada disebutkan Sekretaris KOOD Nina Suzanna, pagelaran Lebaran Depok ini selama dua hari sampai malam, Sabtu dan Ahad (6-7/7) ini diselenggarakan secara mandiri swadaya warga. KOOD adalah organisasi kebudayaan bercirikan Betawi yang asli Depok. Namun, keanggotaannya terbuka bagi warga Kota Depok beretnis lain sebagai anggota kehormatan.

“KOOD adalah organisasi independen nonafiliasi politik. Tapi anggotanya dari orang-orang lintas profesi, termasuk politisi, aparat negara, wartawan, dan sebagainya. Tapi selain orang Depok asli boleh jadi anggota yaitu yaitu anggota kehormatan dari unsur forkopimda dan warga Kota Depok yang bukan orang Betawi Depok,” jelas Nina Suzanna yang juga menjabat Ketua Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok ini.

Nina menyebutkan, KOOD didirikan tahun 2004. Tidak untuk mengkotak-kotakkan dalam kesukuan. Namun untuk melestarikan kebudayaan Betawi Depok yang punya ciri khas tersendiri dibandingkan Betawi Jakarta.

Bagi Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna yang juga orang Betawi Depok, KOOD adalah untuk meningkatkan antusias dan kelestarian budaya Nusantara supaya abdai dan semakin kaya. Di Kota Depok juga terdapat organisasi atau komunitas budaya berciri etnis nusantara lain seoerti dari Aceh, Minang, Batak, Sunda, Jawa, dan lainnya.

“Semuanya bersinergi dan bersatu dalam melestarikan budaya nusantara kita. Apalagi bagi orang Depok wajib ini. Wadah etnis lain aja ada masak Betawi Depok kaga. Ini semua dalam kerangka silaturrahim,” ujar Bang PS ini. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *