oleh

Toisuta : Selenggarakan Penyuluhan Perlindungan Perempuan dan Anak di Desa Namlea

Namlea, TribunAsia.com – Dalam rangka untuk lebih menurunkan tingkat kekerasan terhadap ibu dan anak di Kabupaten Buru khususnya Desa Namlea, Kecamatan Namlea menyelenggarakan kegiatan penyuluhan perlindungan perempuan dan anak.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh penjabat Kepala Desa Namlea, Abd Basir Toisuta S.Sos yang juga selaku Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Buru dengan judul Kegiatan Pemberdayaan Penyuluhan Perlindungan Perempuan dan Anak yang dilkaksanakan pada hari kamis 04 – 07 – 2019. Pukul 09.00 s/d 15.00 WIT di Kantor Desa Namlea.

Sambut Toisuta, kegiatan ini dibiayai oleh Dana Desa Namlea tahun 2019. Dan acara ini dibuka oleh Camat Kecamatan Namlea Efendi Latif S.Sos. Narasumber satu Kadis Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kab.Buru, Ibu Laila Sulaiman SSTP. Dan Narasumber kedua Kepala Kesbangpol sekaligus Penjabat Kades Namlea, Abd Basir Toisuta.S.Sos.

Sesi pertama Paparan Materi dibawakan oleh ibu Kadis tentang UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Salam menyampaikan materi tersebut Ibu Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak mengatakan bahwa sangat senang karena kegiatan semacam ini baru pernah dilakukan di Desa Namlea sejak 3 tahun menjabat Kadis, kegiatan ini biasanya dilakukan di kecamatan oleh karena itu saya (Red.Ibu Laila) memberikan apresiasi kepada Penjabat Kepala Desa Namlea Abd Basir Toisuta yang sangat serius menggunakan dana desa untuk kegiatan-kegiatan penyuluhan seperti ini, imbuh Ibu Kadis pemberdayan

Sesi kedua pembawa materi Kepala Badan Kesbangpol yang juga sebagai Penjabat Kades Namlea dengan judul Peran Pemerintah Desa dalam Mengimplementasi Undang-Undang No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Toisuta dalam paparan materinya menegaskan kepada kurang lebih 70 peserta penyuluhan yang terdiri dari para kepala dusun, pengasuh TPQ, guru sekolah Minggu, petugas Posyandu, guru-guru Paud, guru-guru BP, ketua RW/RT, BPD dan masyarakat se Desa Namlea agar dapat berperan aktif untuk melaksanakan pembinaan pencegahan serta melaporkan setiap kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak dilingkungan masing karena jabatan yang di emban oleh masing-masing merupakan tanggung jawab yang telah diatur oleh undang-undang.

Lanjut Toisuta dalam paparan materinya ada banyak pertanyaan yang disampaikan oleh peserta yang indikatornya masyarakat yang berada pada Desa Namlea sangat haus akan kegiatan seperti ini.

Toisuta berjanji kepada peserta Insya Allah untuk anggaran Dana Desa Namlea pada tahun 2020 tetap akan di anggarkan kegiatan penyuluhan ini dalam skala yang lebih besar dan akan melibatkan .stakeholder terkait yang ada di Desa Namlea, tutur Toisuta.

Sambil menghahiri materinya sekaligus menutup dengan resmi kegiatan penyuluhan tersebut dengan harapan kegiatan ini bukan menjadi serimonial saja yang hanya menghabiskan anggaran DD tanpa ada menghasilkan hal-hal positif seperti penurunan tindak kekerasan KDRT maupun kekerasan kepada anak.

Toisuta mengharapkan semoga kegiatan-kegiatan seperti ini mampu nenjadikan Kabupaten Buru sebagai daerah yang bebas kekerasan lebih khusus Desa Namlea yang dipimpin Toisuta degan jumlah jiwa kurang lebih 30 ribu jiwa, imbuh Toisuta. (Grace)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *