oleh

Partai Islam Ideologis

TribunAsia.com

Oleh : Adiadwan Herrawan.

banner 336x280

Harapan ummat : Antara Cita-cita dan Realita – BELAJAR DARI PARTAI MASYUMI (2).

SUNGGUH MEMPRIHATINKAN. Negara dengan Mayoritas Muslim tidak memiliki kekuatan untuk Menentukan sendiri PEMIMPIN UMMATNYA.

Dan harus dengan rela “menyerahkan” nasib Pemimpinnya kepada pihak lain – yang belum jelas benar KEBERPIHAKAN dan SIKAP PEMBELAAN kepada Kebenaran dan Aturan Syariat Islam.

KINILAH SAATNYA Ulama dan Ummat Islam mulai mempersiapkan & merencanakan “kehadiran” PARTAI ISLAM IDEOLOGIS “Islam Kaffah” – yang menjadikan Perjuangan Politik sebagai Sarana menjadikan AL-QUR’AN dan AS-SUNNAH sebagai “panduan” dalam mengelola partai, bersikap dan berperilaku, juga dalam menentukan Kebijakan Publik dan Politik, agar tercipta kondisi masyarakat yang hidup Bahagia dan Selamat di Akhirat dan di Dunia.

(LANJUTAN)

11. PARTAI MASYUMI dengan segala kelebihan-kekurangannya telah menjadi TELADAN & CERMIN yang pantas bagi Partai-partai Islam kini – disaat akhir-akhir ini ummat seakan “kehilangan” Keteladanan dalam Berjuang di lingkungan Politik, karena PRAGMATISME & HEDONISME telah merasuki denyut nadi orang-orang yang “mengaku” berjuang untuk kepentingan rakyat : Rakyat hidup di tengah JANJI-JANJI POLITIK sementara Pemimpinnya hidup bergelimang kemewahan !

JIKA INGIN MEREBUT HATI UMMAT ISLAM : JANGANLAH MENJAUH DARI UMMAT – Hiduplah dengan Bersahaja, Zuhud seperti sebagian besar rakyat bangsa ini yang masih kekurangan dan diliputi kemiskinan.

 

12. INDONESIA ADALAH ANUGERAH dari Allah SWT : Kewajiban bagi ummat Islam untuk “menjaga” Anugerah tersebut dengan “membuat Aturan” yang mengatur kehidupan Individu, Masyarakat dan Negara – SESUAI DENGAN ATURAN Allah SWT (AL-QURAN dan AS-SUNNAH).

Itulah Cita-cita Partai Masyumi : Berjuang MENJADIKAN ISLAM SEBAGAI PIJAKAN yang Mengatur Kehidupan Individu, Masyarakat dan Negara – dengan Menawarkan Gagasan-gagasan Islam di tengah Sistem “buatan” manusia.

VISI : “Mensejahterakan” Rakyat dan Membangun Pemerintahan – “dibingkai” dalam Cara Pandang Islam (ISLAMIC WORLDVIEW).

 

13. Partai Masyumi BERLANDASKAN ISLAM dengan tujuan : TERLAKSANANYA AJARAN dan HUKUM ISLAM di dalam Kehidupan secara Individu, Masyarakat dan Negara RI menuju KERIDHAAN Allah SWT.

ISLAM memberikan Solusi yang Integral – yang SYAMIL (Komprehensif, Menyeluruh) dan MUTAKAMIL (Lengkap, Sempurna).

MENJADIKAN ISLAM sebagai Azas Perjuangan : ‘AL-ISLAM HUWA AL-HALL’ (Islam adalah Solusi).

“Islam itu kalau Besar, TIDAK MELANDA. Kalaupun Meninggi, malah MELINDUNGI” ( MOHAMMAD NATSIR).

 

14. NIAT PERJUANGAN AWAL PERGERAKAN dari MOHAMMAD NATSIR dkk dalam menyikapi “kondisi” bangsa saat itu adalah untuk MEMBELA KEHORMATAN ISLAM :

Menentang upaya KRISTENISASI “ZENDING” KRISTEN yang dibawa oleh Penjajah Barat.

Menolak SEKULARISME yang disebarkan oleh para Pribumi Aktivis Nasionalis Sekuler Kebangsaan.

Menentang ALIRAN SESAT “KEBATINAN” yang marak di masyarakat.

 

15. AZAS Partai Masyumi adalah :

ISLAM SEBAGAI RUH/JIWA PERJUANGAN – Islam adalah ‘Ad-Diin’, ATURAN HIDUP (‘Way of Life’) yang diturunkan Allah SWT untuk MENGATUR SELURUH KEHIDUPAN MANUSIA – termasuk dalam Politik & Negara.

 

16. Partai Masyumi MEMPERJUANGKAN agar :

DASAR-DASAR HUKUM SYARIAT ISLAM DITEGAKKAN.

NASIONALISME harus berdasarkan KETAATAN kepada Allah SWT, melalui PENERAPAN HUKUM Allah SWT sebagai Pedoman diri, masyarakat dan negara.

 

17. PRINSIP “KESABARAN” – Dalam Perjuangan dengan menjaga Kedamaian menuju PENEGAKAN SYARIAT ISLAM.

Karena banyak ummat yang “tidak sabar” dalam berjuang. Selain itu pula ada yang “terlalu bersabar” tetapi tidak memulai berjuang : Partai Masyumi memilih bersikap PERTENGAHAN (‘TAWASUTH’) dengan Gigih Berjuang dengan sekuat tenaga, dan juga diiringi dengan KESABARAN yang ekstra.

 

KESABARAN ADALAH NAPAS PANJANG PERJUANGAN !

Bersabar bukan berarti “tunduk dan diam” terhadap Kemunkaran dan Penyelewengan yang dilakukan oleh Penguasa.

Bersabar bukan berarti Pasif, Berdiam diri atau justru “berpeluk-mesra” dengan Penguasa yang jelas Munkar.

Allah SWT berfirman (yang artinya):

“Hai orang-orang yang beriman, BERSABARLAH kamu dan kuatkanlah kesabaranmu. Dan tetaplah BERSIKAP SIAGA (BERJIHAD, di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung……” (QS.ALI IMRAN: 200).

 

(BERSAMBUNG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *