oleh

Bupati Bursel Printahkan Inspektorat Bentuk Tim Penyidik Audit APBDes Desa Masnana

Namrole, TribunAsia.com – Laporan masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemerhati Sosial dan Peduli Pembangunan (FPSPP) Desa Masnana selain melaporkan kasus ini ke Kapolres Buru dan Kejaksaan Negeri Namlea juga laporan resmi kepada Bupati Buru Selatan, yang kini mendapat perhatiaan serius laporan forum terkait penyalahgunaan dana APBDes Desa Masnana dan Surat keterangan Ijazah Palsu, Mei lalu.

Media online TribunAsia.com ketika menghubungi Sekertaris Dinas Inspsktorat Kabupatan Buru Selatan, Ibu Salampessy, Rabu (3/7) via Whatsapp menanyakan terkait kasus ini.

Salampessy mengatakan bahwa kami Dinas Inspektorat sudah mendapat perintah dari pimpinan Kami Bupati Buru Selatan DR.Tagop. S. Soulisa, SH, MP dan sekarang kami Inspektorat lagi persiapan pembentukan tim penyedik Auditor keuangan yang akan turun ke TKP di Desa Masnana, ungkap Salampessy.

Dana yang dikelola oleh Kepala Desa Romaldus Nurlatu dan Afrizal Warhangan selaku sekertaris untuk Dana APBDes Masnana T.A. 2017 sebesar Rp. 1.260. 110.000,- dan APBDes Masnana T.A. 2018 sebesar Rp. 1.087.197.000,- sehingga total APBDes Masnana sebesar Rp. 2.347.307.000,-,

Sangat diduga kuat Dana yang di mark-up adalah dana Pemberdayaan, pengadaan speedboad, mesin lampu kampung lele, motor Revo, 4 buah bodyjhonson, pembangunan fisik pustu, pembangunan MCK Masjid Desa Masnana, pengadaan pakaian dinas staf desa sudah dua kali anggarkan tapi tidak ada pakaian dinas, pengadaan pembibitan 1000 anakan pohon cengkeh dan 1000 anakan pohon pala namun yang ad hanya 100 anakan pohon cengkeh dan 100 anakan pohon pala namun pelaporan penggunaan dana APBDes Masnana semua fiktif dan rekayasa.

Lebih parah lagi dana bundes T.A. 2018 sebesar Rp. 100,000,000,- sama sekali belum terpakai sampai saat ini sudah masuk T.A. 2019. Tapi anehnya laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran 2018 sudah selesai, luar biasa pemeriksaan BPK dan Inspsktorat tidak ada temuan.

Begitu pula pencairan ADD tahap dua T.A. 2017 terjadi pemakaian dana ADD untuk pembayaran utang kepala Desa Masnana sebesar Rp.54. 000.000,-  ini pun tidak ada temuan, dan laporan rekayasa yang dimainkan oleh sekertaris Desa Masnana Afrizal Warhangan

Pantauan media online TribunAsia.com saat di himpun di lokasi, jumlah pinjaman pribadi kepala desa masnana sebesar Rp. 375.000.000,- inipun sebagian sudah dicicil dari dana desa setiap kali pencairan, bahkan setiap orang yang menagih utang sasaranya bendahara diancam oleh kepala desa bahwa kalu tidak kasih uang saya (Red.Romaldus Nurlatu) ganti bendahara yang tau bermain komputer.

Selain itu sumber terpercaya yang namanya tidak dikorankan mengatakan saya hubungi sekertaris Desa Masnana Afrizal Warhangan sesuai janji kepala desa bahwa pencairan dana ADD bulan Juni ini kepala desa janji kembalikan uang pinjaman saya nanun kata Afrizal Warhangan dengan nada kesal ibu mau ganti uang ibu tapi ini kepala desa sudah ambil uang pulang balik polres Buru dinamlea dan untuk bayar pengacara. Nada kesal Afrizal.

Ketua Forum FPSPP juga mantan sekertaris BPD Desa Masnana Benny Kotten yang didampingi sekertadisnya Roly Zamar Nurlatu berharap team dari Inspektor maupun team dari Tipikor Polres P. Buru segera terjun ke Desa Masnana untuk kasus penyalahgunaan dana APBDes dan surat keterangan Ijazah palsu SD kepala Desa Masnana ini tuntas biar masyarakat Desa Masnana dan publik tau, dan kami Forum siap memberikan keterangan ke tim yang akan turun ke Desa Masnana, tegas Kotten. (tim/Grace)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *