oleh

Kasus Kerusuhan 21-22 Mei, Menko Polhukam Sarankan Pertanyakan Polri

Jakarta, TribunAsia.com – Menko Polhukam menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian terkait kerusuhan yang terjadi paska pemilihan presiden lalu. Menurut dia, pihak kepolisian saat ini tengah menanganinya perkara tersebut.

Kata Wiranto, proses hukum yang terjadi disekitar Bawaslu pada 21-22 Mei 2019 disarankan untuk mempertanyakan kepada Polri agar lebih tepat perihal perkembangan penyidikan.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Tanya Polri ini kan proses penyidikan bukan di Polhukam dipolri. Karena kalau nanya di sini tidak tepat karena pertanyaan kemajuan tentang penyidikan,” ungkapnya, Rabu 3 Juli 2019.

Kemudian, dia mengatakan, tokoh-tokoh yang terlibat dalam kerusuhan diharapkan aparat kepolisian dapat mengungkap tuntas dalang kerusuhan bulan Mei lalu. Untuk itu, Menko Polhukam mengharapkan kepolisian segera menuntaskan permasalahan tersebut kepada masyarakat.

“Apakah itu soal pengungkapan tokoh-tokoh penggeraknya, dalangnya itu di Polri dan secepatnya bisa dibongkar oleh Polri,” ujar Wiranto dikantonya Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Selain itu, Menko Polhukam menambahkan, justru ancaman yang berpotensi masuk diantaranya tentang masalah ekonomi dan narkotika. Terlebih, ekonomi, pangan serta narkotika tersebut adalah ancaman yang akan masuk kedalam dimensi kehidupan selain ancaman pertahanan.

“Banyak ancaman lain selain militer sekarang yang muncul ancaman-ancaman yang masuk dalam dimensi kehidupan kita. Ancaman ekonomi bisa ancaman pangan bisa ancaman narkotika bisa,” kata Wiranto.

Kendati demikian, illegal fishing dan illegal logging dianggap merupakan ancaman yang akan terjadi.  Namun, Wiranto juga menyatakan untuk mengantisipasi tersebut, pihaknya berupaya untuk meningkatkan ketahanan nasional kepada masyarakat. Rencana kedepan, Kemenko Polhukam akan memfokuskan sistem bela negara agar masyarakat dapat memahami tujuan tersebut.

“Ancaman apa dan cara penanggulangannya apa saja, kemudian disosialisasikan kepada masyarakat sehingga sebagai satu upaya meningkatkan ketahanan nasional,” jelasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *