oleh

Tugas Kuliah, Mahasiswa Hukum Pantau Persidangan di PN Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – Sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum pantau persidangan PN Jaktim, kedatangan mereka dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah hukum acara pidana.

Belasan dari mereka mencatat jalannya persidangan hingga agenda sidang berakhir. Jonathan mengatakan, dia bersama rekan-rekannya satu jurusan di fakultas hukum melihat langsung jalannya sidang dan mengamati asas beracara.

banner 336x280

“Jadi kegiatan ini untuk memenuhi tugas mata kuliah hukum acara pidana. Kita melihat dari putusannya apakah sesuai dengan SOP atau asas beracara,” jelas mahasiswa semester 5 kepada TribunAsia.com, Selasa (2/7/2019).

Saat itu, persidangan di Ruang Ganda Subroto dipimpin langsung oleh Hermawansyah, SH MH dengan didampingi tim Majelis Hakim lainnya Endang, SH dan Gede Ariawan, SH MH.

Lebih lanjut, belasan mahasiswa itu juga mengamati tata cara penuntutan yang dilakukan JPU. Dari masing-masing mereka juga mencatat nama para Terdakwa yang sedang berperkara di PN Jaktim.

“Lalu kita melihat tuntutan JPU sesuai dengan kasus terdakwa,” ujarnya.

Ditambahkan, kedatangan mereka ke kantor pengadilan sekitar pukul 08.00 WIB dan sebelumnya dia telah mendatangi kantor kejaksaan untuk menyaksikan proses penahanan hingga proses hukum berikutnya.

Namun, Maria Magdalena turut mengutarakan, perkara yang dinilai menarik di PN Jaktim adalah perkara narkotika. Kata mahasiswi cantik tersebut, perkara narkotika yang disaksikannya itu mayoritas menyerempet kalangan remaja.

“Narkotika yang menarik karena dari tadi terdakwanya masih seumuran dengan kita dibawah batas umur,” kata mahasiswi UKI.

Maria menambahkan, dirinya mencatat proses persidangan dan dia mengatakan sidang perdana lebih awal disaksikan pada pagi hari.

Kedatangan para mahasiswa sebelumnya telah bersurat ke kantor PN Jaktim dengan memberikan surat permohonan wawancara kepada Majelis Hakim tentang tata cara persidangan.

“Tadi saya pagi ngikuti perdata dua kali. Untuk pidananya tiga kali. Saya yang nyatetnya nama Terdakwa, tuntutan JPU dan putusan. Hari ini baru memasuki surat permohonan wawancara kepada hakimnya,” imbuhnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *