oleh

Galian Pipa PDAM Bocor Dikeluhkan Warga Depok

Depok, TribunAsia.com – Warga Kota Depok yang melintas di Jalan Raden Saleh, Kota Depok mengeluh. Pasalnya, pipa PDAM Tirta Asasta Kota Depok yang bocor mengakibatkan genangan air dijalan sehingga kondisi jalan menjadi licin akibat tanah galian.

Pantauan TribunAsia, Senin (1/7). Pipa ukuran 2 inch, yang berada di samping jalan arah masuk ke SMAN 3, bocor akibat kena cangkul pekerja. Saat ini dilokasi sedang ada pengerjaan revitalisasi PDAM pipa ukuran 6 inch oleh PT Citarum Raya senilai Rp1.18 miliar.

“Iya ini, ngga sengaja kena pacul,” tutur Fulan, seorang pekerja CV Citarum Jaya di lokasi.

Fulan mencoba menghentikan aliran air bocor yang menggenangi Jalan Raden Saleh itu. Namun tanpa bantuan alat yang memadai, sampai pukul 18.00 WIB, upayanya tampak belum membuahkan hasil.

Disamping itu, puluhan para pekerja CV Citarum Jaya ini juga tidak mengenakan pakaian keselamatan kerja (K3). Kemudian tidak ada pemasangan bedeng proyek dan direksi kit sehingga mengabaikan keselamatan pekerja.

Padahal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), merupakan standar keselamatan kerja sebagaimana diatur didalam UU No.1 1970, UU No.21 2003, UU No.13 2003, dan Permen No.PER-5/MEN/1996.

Selain itu, pekerjaan yang baru mulai dikerjakan semalam, Minggu (30/06), sudah melakukan galian puluhan meter dari proyek sekitar 2 kilometer ini. Tetapi, para warga khususnya pedagang di lokasi mengeluhkan tumpukan tanah galian yang mengganggu akses usaha mereka.

“Jalanan jadi becek, penggalian juga gak koordinasi dengan kami warga. Apalagi kita yang berdagang dan punya toko. Harusnya dibilang dulu sebelum digali sehingga kita siap-siap bikin jalan akses pelanggan ke toko,” ujar Ryanto.

Disebutkan Direktur Operasional Teknik PDAM Tirta Asasta, Supendi. “Tahun ini PDAM banyak melakukan revitalisasi pipa lama ke pipa baru. Pipa lama dulunya adalah peninggalan dari PDAM Tirta Kahuripan, Kabupaten Bogor,” sebutnya beberapa waktu lalu. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *