oleh

Dana Desa ADD Masnana Raib Rp54 Juta

Namlea, TribunAsia.com – Kepala Desa Masnana kini dalam proses penyelidikan tahap awal pengumpulan data oleh penyidik Serse Polres Pulau Buru bagian Tim Tipikor terkait dugaan korupsi dana desa 2017–2018.

Surat keterangan ijazah SD Palsu bahwa tamat SD Naskat Masnana yang dilaporkan oleh Masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemerhati Sosial dan Peduli Pembangunan (FPSPP) Mei lalu.

Kasat Serse Polres Pulau Buru di hubungi TribunAsia.com via WhatsApp (28/06), menanyakan terkait perkembangan penyelidikan kasus Kepala Desa dan Sekertaris Desa Masnana Kasat Serse mengatakan,

“Kita sudah ambil keterangan kepala desa, bendahara, skertaris dan sekarang masih melakukan penelitian dokumen-dokumen laporan keuangan desa. Dimana nanti akan kita mintai keterangan juga terkait apa yang tertuang di laporan keuangan tersebut untuk kasusnya msih proses penyelidikan,” kata Kasat Serse Polres Buru.

Kasus ini mencuat pencairan tahap dua dana Desa Masnana tahun 2017,  setelah dana dicairkan dari Bank Maluku cabang Namrole orang-orang yang nota bene pengambilan peminjaman uang oleh kepala Desa Masnana bergegas kawal uang desa ke bank, bukan ke kantor desa tapi melainkan dana desa tersebut dibawa pulang ke rumah Kepala Desa Romaldus Nurlatu di Desa Kamanglale, dan orang-orang yang membawa uang itu ikut mendesak harus kembalikan uang mereka dan saat itu anggaran ADD yang dikeluarkan dari dana desa tersebut sebesar Rp.54.000.000 diberikan kepada penerima kuasa.

Laporan tertulis masyarakat Desa Masnana yang tergabung dalam Forum Pemerhati Sosial dan Peduli Pembangunan (FPSPP) Desa Masnana kepada Polres Pulau Buru bulan Mei lalu terkait mark-up dana desa dan surat keterangan Ijazah palsu Sekolah Dasar kepala desa Masnana, kini pakaian dinas staff Desa Masnana yang sudah dua kali dianggarkan 2017-2018 tapi nyatanya tidak ada pakaian dinas.

Namun setelah laporan masyarakat ke Polres Buru dan setelah kembali diperiksa dari penyidik baru pakaian staff Desa Masnana tersebut diorder oleh kepala desa di tukang jahit Desa Waenono, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan,” sedangkan dua kali anggarannya dikemanakan,” kata  staf desa yang dipecat.

Seorang narasumber yang enggan disebut namanya, mengatakan saya hubungi Sekertaris Desa Masnana Afrizal Warhangan sesuai janji kepala desa bahwa pencairan dana ADD bulan Juni 2019 ini kepala desa janji kembalikan uang pinjaman saya namun kata Afrizal Warhangan dengan nada kesal ibu mau ganti uang ibu tapi ini kepala desa sudah ambil uang pulang balik Polres Buru di Namlea dan untuk bayar pengacara. (tim/grace)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *