oleh

Polsek Boge Ringkus Begal Motor Sadis di Tajurhalang

Bogor, TribunAsia.com – Polsek Bojong Gede (Boge) Kabupaten Bogor ringkus RS (20), perampokan sadis bercelurit di rumahnya di Kampung Nanggela, Desa Sukmajaya Kecamatan Tajurhalang,  Kabupaten Bogor.

Disebutkan Kabid Humas Polresta Depok AKP Firdaus, dalam beraksi, RS kerap menggunakan senjata tajam celurit untuk mengancam korbannya.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Ketika pembegalan itu terjadi, Korban saksi pelapor Nanang (45) dengan motornya, membonceng Rendi (27) melintas di Jalan Parung Hijau. Kedua korban ini berpapasan dengan RS yang juga mengendarai motor. Pelaku langsung berbalik arah mengejar korban. Setelah RS berhasil memberhentikan Nanang warga Desa Tojong, Tajurhalang, Kab Bogor ini, pelaku langsung mengancam dengan celurit sehingga kedua korban sontak lari menyelamatkan diri sembari meninggalkan motornya.

Barang bukti berupa senjata tajam celurit.

“Korban melapor peristiwa ini kepada Polsek Bojonggede (Polresta Depok).  Selanjutnya anggota Reskrim menerima informasi dari korban tentang peristiwa ini. Ternyata sepeda motor milik Korban diketahui ada di rumah pelaku di daerah Nanggela, Sukmajaya, Bogor,” jelas AKP Firdaus, seperti dilaporkan TribunAsia.com, Jumat (28/6/2019).

Dijelaskan Firdaus perampokan ini terjadi Minggu tengah malam  (23/6) sekitar pukul 24.45 WIB, ketika jalan sangat sepi. Polsek Bojong Gede menetapkan RS sebagai tersangka tindak pidana Pencurian dengan pemberatan dan kepemilikan Senjata Tajam tanpa Hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP dan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951.

Barang bukti berupa sepeda motor yang tengah dibongkar.

Ketika ditemui polisi, motor rampokan ini sudah dalam kondisi terurai karena dibongkar. Oleh pelaku sedianya akan dijual bagian per bagian suku cadang motor di pasar onderdil motor di kawasan Sasak Panjang, Tajur Halang, Kab Bogor.

Pengamatan peliputan pers, dipertengahan tahun 2012, pasar onderdil Sasak Panjang di bawah komando Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni waktu itu, pernah dilakukan razia dan penggerebekan perdagangan onderdil ilegal dan hasil kejahatan. Operasi besar tersebut sempat menghasilkan sitaan sekitar dua ton onderdil ilegal yang diduga sebagian besar dari motor hasil curian. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *