oleh

Wartawan Kompas TV Jadi Korban Pencopetan Saat Wawancara di Depan Patung Kuda

Jakarta, TribunAsia.com – Wartawan Kompas TV jadi korban pencopetan ketika wawancara mantan penasehat KPK, KH Abdullah Hehamahua di depan Patung Kuda, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat (27/6).

Korban yang tengah fokus memperhatikan statement-statemen pimpinan aksi unjuk rasa itu baru menyadari handphone miliknya lenyap. Namun, setelah wawancara selesai korban sempat panik dan wartawan lainnya mempertunjukkan rekaman tersebut melalui handphone mereka.

Jurnalis Kompas TV tersebut, mengiklaskan atas kehilangan alat komunikasinya itu karena pelaku tidak diketahui saat melakukan aksinya pada camera wartawan yang tengah meliput.

“Udah biarin deh bang,” singkat dia meninggalkan lokasi tersebut.

Pria yang mengenakan kemeja biru tersebut, sempat menghubungi nomor miliknya dengan meminjam ponsel milik rekannya, namun HP miliknya itu tidak merespon.

Para pewarta yang tengah mewawancarai Ketua Koordinator aksi Kawal Sidang Putusan MK, Abdullah Hehamahua di Jalan Medan Merdeka Barat. (27/6)

Diketahui, dalam wawancara itu, KH Abdullah Hehamahua tengah menjelaskan rencana aksi yang berlanjut ke Komnas HAM pada Jum’at, 27 Juni 2019 tepatnya esok hari. Massa rencananya, setelah Shalat Jum’at berkumpul di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Kemudian, kata Abdullah, untuk pelaporan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jalan Latuharhari, Menteng Jakarta Pusat terkait korban yang terjadi pada tanggal 21-22 Mei 2019 disekitar kantor Bawaslu.

“Besok kita setelah shalat Jum’at di Sunda Kelapa ke Komnas HAM dan DPR,” ujarnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *