oleh

Belum Usai, Abdullah Hehamahua Gelar Demo ke Komnas HAM Besok

Jakarta, TribunAsia.com – Abdullah Hehamahua selaku Koordinator lapangan aksi kawal sidang MK menyebut Hakim MK kemungkinan besar akan menolak gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 yang dilayangkan pihak 02.

Hal tersebut dikatakannya sebelum dihadapan para peserta aksi sebelum membubarkan diri dari kawasan Gedung MK di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat (27/6).

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Pengalaman saya di bidang hukum bisa memprediksi bahwa [gugatan] 02 akan ditolak,” kata Abdullah.

Mantan penasihat KPK itu juga mengajak para peserta aksi untuk jangan berkecil hati. Ia mengajak massa untuk terus memperjuangkan keadilan di Indonesia bersama para ulama.

“Ini baru satu episode, bahwa bukti anda apakah tetap mau berjuang bersama habaib, kiai. Setuju?” kata Abdullah.

Abdullah juga menyampaikan tiga pernyataan sikap dan rencana aksi ke depannya.

Pertama, Abdullah esok hari, seteleh selesai sholat Jumat mengajak para peserta aksi untuk bersama-sama menuju kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dengan tujuan untuk melaporkan kasus ratusan petugas KPPS yang meninggal saat Pemilu 2019 kemarin. Selain itu Abdullah juga akan melaporkan kasus meninggalnya 9 orang korban dalam kerusuhan pada tanggal 21-22 Mei 2019 lalu.

“Besok salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, dari sana kita bergerak ke Komnas HAM, kita ingin melaporkan agar Komnas HAM mengusut hilangnya 600 korban KPPS dan korban tanggal 21-22 Mei,” kata dia.

Abdullah juga berencana akan bertemu dengan pimpinan DPR yang tujuannya agar DPR bisa mengusut tuntas KPU dan Bawaslu terkait kecurangan yang bersifat TSM (terstruktur, sistematis, dan masif) dalam kontestasi Pilpres 2019.

“Ini bukan demo, agar DPR memanggil apakah KPU, atau Bawaslu atas fenomena kecurangan yang ada selama pilpres agar DPR melaksanakan tugas itu,” ujarnya.

Selanjutnya Abdullah berencana melaporkan KPU ke Peradilan Internasional untuk melakukan investigasi sistem IT KPU yang dinilai tak transparan dan diduga melakukan kecurangan.

“Semoga campur tangan internasional itu bisa mengubah hasil [Pilpres] pada bulan Oktober esok,” ujarnya.

Yang terakhir, Abdullah menekankan agar para peserta aksi melakukan konsolidasi guna mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri pada tahun 2024 mendatang. Bahkan bila perlu membentuk parpol sendiri guna menyongsong Pemilu 2024 mendatang.

“Kalau parpol lain nggak bisa kita percayai, kita bentuk partai sendiri. Maka peliharalah keteguhan kalau sampai Oktober esok Allah belum kasih kemenangan buat kita,” kata Abdullah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *