oleh

BNN, Kota Depok Wilayah Favorit Transit Distribusi Narkoba

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok AKBP Rusli Lubis mengatakan, Kota Depok menjadi daerah favorit transit perdagangan narkoba. Narkoba yang datang berasal dari distributor asal dari wilayah lain. Narkoba yang tinggi peredaranya ialah ganja dan sabu.

Hal ini sebutkan Rusli Lubis dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tingkat kota di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (26/6).

Wilayah peredaran narkoba, dari 11 kecamatan yang paling tinggi dan rawan adalah Pancoran Mas. Sebabnya, jumlah penduduk remaja dan pengangguran tinggi. Selain itu, Pancoran Mas, punya pelbagai moda transportasi, terutama kereta api (KA) mudah diakses dari Jabodetabek sehingga menjadi tempat yang disukai untuk transit perdagangan Narkoba.

Diakui Rusli, Kota Depok belum punyai data resmi mengenai korban dan pedagang narkoba.

Di momen yang sama, Wali Kota, Muhammad Idris mengatakan perlu adanya data resmi dan valid perihal narkoba di Kota Depok.

“Universitas Indonesia (UI) telah menginisiasi kepada Pemkot Depok untuk bersama lakukan penelitian semua hal-ihwal narkoba. Dalam hal ini, saya minta BBN Kota Depok untuk mendukung inisiatif UI ini. Narkoba adalah public enemy yang membunuh ribuan orang laiknya aksi genosida,” ujar Idris

Rusli mengingatkan, untuk sembuhkan korban narkoba, BNN Kota Depok punya pusat rehabilitasi narkoba, bekerjasama dengan RSUD Kota Depok. Cuma, disayangkan, belum ada korban narkoba dan keluarganya dengan kesadaran melapor anggota keluarganya untuk rehabilitasi. Setelah lebih setahun, baru sekitar lima orang saja yang bersedia jadi pasien.

Hadir di HANI ini, Wali Kota Depok Muhammad Idris, Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto, Dandim 0508 Kota Depok Letkol Infanteri Eko Syahputra Siregar,serta sejumlah pejabat dinas organisasi perangkat daerah (OPD) dan BNN Kota Depok. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *