oleh

Eggie Sudjana Bebas

TribunAsia.com

Oleh: Muslim Arbi (Direktur Gerakan Perubahan)

Semalam (24/6)  pukul 22.00 Dr Eggie Sudjana SH MSc bebas dari tahanan Polda Metro Jaya. Eggie di tahan dari tanggal 13 Mei dan keluar dari Tahanan tanggal 24 Juni. Berarti Suami Dr Anie itu di tahan selama 41 hari dengan tuduhan Makar.

Segala upaya telah di lakukan oleh keluarga dan teman2 Eggie untuk dapat membabaskan nya dari Tahanan Polda Metro Jaya.

Anggota Komisi III DPR RI Ir Sufmi Dasco Ahnad SH MH dari Gerindra, memberikan jaminan dan melobi pihak kepolisian atas pembebasan Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional ini.

Soal kasus tuduhan makar terhadap Eggie juga terdengar sayup2 terhadap Bang Kivlan Zen dan lain2. DPR bungkam seribu bahasa. Untung ada Dasco dari Komisi III sebagai pemuas dahaga. Kalau tidak DPR dapat dianggap tidak ada. Karena sudah lama tidak kedengaran nama nya. Terutama dalam kasus penangkapan sejumlah Tokoh dan aktifis belakangan ini.

Sebelum nya keluarga dan sahabat nya Siti Fatimah SH sdh mendatangi Komnas HAM meminta agar komnas HAM bisa membantu pembebasan Eggie. Karena keluarga dan Sahabat nya memandang penahanan Eggie adalah pelanggaran HAM atas tindakan Eggie ketika menyampaikan pendapat nya di muka umum. Penyampaian pendapat di jamin undang2 dan itu adalah Hak Azasi sebagai Warga Negara.

Penulis sebagai kawan dan sahabat dekat Sdr Eggie sudjana sudah membangun opini bahwa tindakan Eggie Sudjana saat menyampaikan pendapat di muka Umum itu sah secara konsitusi dan sah dari sisi HAM.

Bahkan ingin berupaya untuk membawa masalah  ini ke DPR. Untuk menemui komisi I, II dan III. Mempertanyakan kepada 3 komisi DPR itu tentang Makar, pelanggaran HAM dan pelanggaran konsitusi dan penahanan atas Warga Negara yang hak2 di jamin oleh konsitusi.

Saya dan kawan2 seperti Siti Fatimah SH dan lain2 ber keinginan DPR dapat memanggil menkopolhukam Wiranto, Mentri Hukum dan HAM Yasona Laoly dan Kapolri dalam kasus Eggie. Apakah di negeri ini warga negara tidak dapat lagi menggunakan haknya dan hak azasi untuk menyampaikan pendapat dimuka umum dapat di tangkap oleh Kepolisian. Padahal polisi itu penegak hukum, keadilan dan HAM.

Kalau membiarkan Polisi dapat menangkap setiap warga negara setiap saat karena menggunakan hak nya. Tidak kah itu pelanggaran Hak2 Warga Negara dan HAM nya oleh polisi  bukan?

Padahal sesuai UU Polisi mesti nya wajib melindungi setiap warga negara yang menggunakan hak2 dan hak azasi nya. Jika ini memang negara demokrasi yang di klaim selama ini. Bukan kah Demokrasi itu diantara ciri nya penegakkan HAM dan Konsitusi?

Lalu kenapa Eggie di tangkap dan di tahan saat dia gunakan hak2 konsitusional dan HAM nya? Padahal seharusnya Eggie di lindungi oleh Polisi sebagai Bayangkara Negara, penegak Hukum dan Keadilan bukan?  Polisi memang mesti di selamatkan dari mata gelap kekuasaan, kritik sejumlah aktifis.

Selamat atas pembebasan Eggie Sudjana yang telah dapat berkumpul dengan keluarga nya. Meski demikian perjuang menegakkan Hukum dan Keadilan Jangan berhenti. Sampai Hukum dan Keadilan dapat tegak tanpa pandang bulu.

Sawangan, 25 Juni 2019

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *