oleh

Pemesan Sekaligus Pengedar Tembakau Gorila dari Cina Ditangkap Polisi di Kamar Kost

Jakarta, TribunAsia.com – Pemesan serbuk tembakau gorila ditangkap polisi di kamar kos dengan barang bukti paket yang dikirim dari negara Cina. Diketahui, dari keterangan saksi dari Polisi di ruang sidang PN Jaktim, Dio berperan membuat tembakau gorila dan saksi menjelaskan Trian, Dio, Ricky dan Doni secara bersama-sama mengedarkan barang haram tersebut.

“Dio perannya membuat tembakau gorila. Semua mengedarkan setelah paket sampai akan dijual. Kita menunggu di kost’an tersebut yang mulia,” jelas saksi dari polisi.

Majelis Hakim yang dipimpin oleh Nini Anggraini, SH dengan didampingi Dwi Dayanto, SH MH dan Antonius Simbolon, SH MH selain keuntungan yang didapat oleh 4 orang Terdakwa dan asal-usul barang bukti itu diperoleh.

“Keuntungan apa yang mereka peroleh,” tanya Nini.

“Dari mana tembakau ini. Ada pemasukan untuk negara dari tembakau,” ujar Simbolon.

Disamping itu, Yuli duduk selaku JPU turut mengatakan, serbuk yang dipesan oleh para Terdakwa diantara mereka berempat tak luput dipertanyakan sebagai pemesan campuran untuk tembakau gorila.

“Saudara saksi tadi bilang barang ini dari negara Cina ya. Awalnya itu yang pesan siapa,” kata Jaksa wanita dari Kejari Jaktim.

Yuli SH menambahkan, terkait jenis narkoba golongan satu yang dipesan Dio sebanyak 2 kali itu tujuan dan cara mengkonsumsinya. Terlebih, dia kembali ingin mengetahui tentang keuntungan dari tembakau gorila tersebut.

“Apakah bisa dikonsumsi langsung. Tujuan mereka apa, ada nggak keuntungan. Jadi Dio juga ya yang melakukannya pemesanan hingga dua kali ya,” tandas JPU.

Kuasa Hukum atas kepemilikan tembakau gorila menjelaskan, serbuk seberat 250 gram itu dipesan dari Cina melalui ekspedisi JNE. Cecep Kurniawan, SH dan Juan Hutabarat, SH merinci kliennya ditangkap polisi berdasarkan fakta persidangan telah dua kali mengedarkan.

“Barang dikirim melalui ekspedisi JNE. (barang bukti) 250 gram itu serbuk yang didapat dari Cina. Kalau berdasarkan fakta tadi mereka pernah sekali memproduksi dan mengedarkan ini yang kedua kali keciduk,” sebut tim penasehat hukum, Senin (24/6/2019).

Kemudian, kata Cecep dengan didampingi Juan diutarakan para pelaku diamankan petugas yang memperoleh informasi dari Beacukai yang terindikasi serbuk mencurigakan dari Cina. Menurut dia, jika serbuk tersebut tidak dicampur tembakau maka serbuk asal Cina tersebut tidak ada fungsinya dan berdasarkan hasil lab serbuk itu masuk ke golongan 1 nomor urut 95 di Kemenkes.

“Polisi dapat informasi dari Beacukai ada pengiriman dari Cina. Kalau serbuk tidak dicampur media lain seperti tembakau dia tidak ada fungsi,” tegasnya.

Atas kepemilikan tembakau gorila para Terdakwa terjerat Pasal 114,113 dan 112 dengan junto masing-masing Pasal tersebut 132 ayat 1, UU nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *