oleh

BMKG Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada Terhadap Cuaca Ekstrem

Jakarta, TribunAsia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Kepri.

Dalam pantauan satelit peramal cuaca (forecaster) BMKG Hang Nadim terungkap cuaca di Kepri sedang tidak bersahabat, sehingga masyarakat diharapkan tetap mewaspadai potensi terjadinya awan hitam pekat atau awan cumulonimbus dan untuk segera mungkin menghindar.

Perlu diketahui, adanya penumpukan masa udara akibat perlambatan kecepatan angin (daerah belokan angin) di sekitar wilayah Kepri, hingga menyebabkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif.

Diperkirakan, untuk tiga hari kedepan hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang akan terus terjadi. Bahkan dapat menyebatkan kurangnya daya pandang untuk pelaku jasa tranportasi laut.

“Kami imbau waspadai potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang. Bila menemui awan hitam pekat atau awan cumulonimbus untuk segera dihindari,” ujar Dion M pengamat Transportasi yang mengikuti perkembangan bersama BMKG di Jakarta, (23/6/2019).

Begitu juga untuk gelombang air laut, khususnya di perairan Natuna dan Anambas yang mencapai 1,5 meteran, bahkan berpotensi lebih dari itu di Laut China Selatan. Tidak saja di Natuna dan Anambas, di Laut Kabupaten Lingga dan Kabputen Bintan, tinggi gelombang sewaktu-waktu juga bisa saja terjadi hingga 1 meteran.

“Tentunya jelas dengan hal ini kami mengingatkan kepada para nelayan dan pengguna jasa laut untuk selalu waspada karena tranportasi laut saat ini benar-benar mengkhawatirkan,” jelasnya dalam siaran pers.

Selain itu, Kementerian Perhubungan, Budi Karya Sumadi menekankan bahwa yang paling utama adalah keselamatan. Oleh karenanya, ia menghimbau kepada penyelenggara untuk mempersiapkan peralatan yang baik, hingga menimbang memperkirakan cuaca.

“Di sini ada dari BMKG yang memberikan rekomendasi bagi kita, dan kita menjalani dengan tertib sesuai dengan peraturan yang ada,” ujarnya.

Hal tersebut, guna menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga telah melakukan uji petik pada seluruh kapal penumpang yang beroperasi untuk memastikan terpenuhinya standar keselamatan pelayaran.

Untuk arus bawah laut di Laut Natuna dan Laut Anambas, juga terbilang cukup kencang. Arus bawah Laut Natuna mencapai 40 centimeter per detik dan 25 centimeter per detik untuk Laut Anambas.

Dion. M Pengamat Transportasi menambahkan untuk masyarakat yang menggunakan transportasi laut juga harus berhati-hati tentang safety kelautan dan kalau kapasitas kapal sudah over load jangan sekali-kali memaksa.

“Lebih baik menunggu jadwal berikutnya. Dan juga supaya hati-hati dalam memilih ship linenya. Kadang kecelakaan-kecelakan yang  seperti telah terjadi itu, berangkatnya tidak dari Pelabuhan resmi milik Perhubungan Laut,” ucap Dion

Sebaliknya, di Direktorat Jendral Perhubungan Laut harus ketat pengawasan  safety kapalnya sebelum diberangkatkan. Jumlah Penumpang dan kargo harus sesuai dengan batas maksimumnya. Kata dia, kelayakan berlayarnya harus dicek sesuai SOP-nya terutama perlengkapan safety.

“Arus bawa Laut Batam, Tanjungpinang dan Bintan saat ini masih stabil, yakni hanya mencapai 20 cm per detik,” ungkapnya.

Lebih jauh, Riza BMKG Batam, mengatakan, untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan dihimbau agar waspada terhadap potensi adanya hujan lebat dan angin kencang yang dapat menyebabkan kenaikan tinggi gelombang laut pada pagi, siang hari hingga malam hari.

“Untuk transportasi darat dan udara agar waspada berkurangnya jarak pandang mendatar saat terjadi hujan lebat,” singkatnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *