oleh

Batasi Akses Internet, Menkominfo Digugat Belasan Advokat

Jakarta, TribunAsia.com – Buntut dari kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 Menkominfo, Rudiantara digugat belasan Advokad ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Pembatasan akses internet terjadi pada saat aksi unjuk rasa di depan Bawaslu RI dan merugikan kepentingan publik dalam menggunakan lini masa (media sosial).

Hiemyar Alzagladi, SH MH menjelaskan tindakan Kemenkominfo dinilai oleh para Advokat telah melawan hukum dan pihaknya telah mendaftarkan gugatan tersebut.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Yang dilakukan saat ini daftar gugatan untuk Kominfo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Yang dirugikan adalah masyarakat dan kami sebagai penggugat, karena merasa dibatasi dan dirugikan dalam menggunakan medsos pada tanggal 22 sampai dengan 25 Mei,” jelas salah seorang Penggugat kepada TribunAsia.com, Senin (24/6/2019).

Kendati demikian, bukti-bukti tindakan melawan hukum akan dibeberkan dia di persidangan. Perlu diketahui, sebelumnya tim Penggugat telah melayangkan Somasi kepada Menkominfo pada tanggal 23 Mei 2019 lalu. Namun, hingga kini tanggal 24 Juni 2019 tidak ada respon dari Kemenkominfo.

“Buktinya nanti di saat persidangan menunjukan pembuktian,” tandasnya.

Ia menambahkan, dalam isi laporan tersebut ditujukan kepada Rudiantara karena pembatasan akses internet tanpa pemberitahuan resmi.

“Yang di laporkan kominfo saja, karena kominfo tidak memeberikan pemberitahuan secara umum,” kata Hiemyar.

Mulkan Let-let selaku Advokad juga mempertanyakan Kemenkominfo dasar hukum tindakan melakukan pembatasan akses jaringan internet kepada masyarakat luas. Lanjutnya, dia menuntut Kemenkominfo untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena pihaknya menderita kerugian moril dan materil.

“Dengan alasan menghindari berita negatif tidak menyebut dasar hukum misal pasalnya. Hak atas informasi itu sudah dijamin di pasal 28f UUD 1945 , dijamin kebebasan masyarakat untuk mendapat informasi baik dengan sarana maupun prasarana,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *