oleh

Tipikor Polres Buru Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa dan Ijazah Palsu

Namrole Tahuri, TribunAsia.com – Kemelut Ijazah Palsu Kades Masnana yang lagi santer dibicarakan di masyarakat Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan yang belum lama ini dilaporkan ke Polres Pulau Buru. kini kepala desa masnana dalam proses pemeriksaan penyelidikan Tipikor Polres Buru pada hari selasa. (28 /06/ 2019)

Kepala Sekolah SD Naskat Masnana Ibu Letlora saat dihubungi via telepon terkait pembuatan surat keterangan ijazah Romeldus Nurlatu dirinya membenarkan bahwa surat keterangan tersebut benar dibuat oleh saya sebagai kepala sekolah, karena saat itu Romeldus Nurlatu datang bersama seorang calon kepala desa juga dengan tujuan yang sama yaitu memohon untuk saya buat surat keterangan bahwa benar benar siswa SD Naskat Masnana dan telah tamat SD Naskat Masnana tetapi ijazahnya terbakar, ungkap Letlora.

Tutur Letlora, dengan nada yang kesal dan kecewa saat dihubungi lewat via telepo, Jumat (21/06) mengatakan dirinya mengakui dan siap membeberkan semuanya kepada penyidik Polres Buru. Secara jujur saya (red.Letlora) merasa saya ditipu karena sebelum saya keluar surat keterangan ijazah SD Romeldus Nurlatu saya tanya berulang kali bahwa benar-benar tamat SD Naskat Masnana Romeldus alias Romel Nurlatu jawab iya ibu saya tamat SD Naskat Masnana, saksi saat itu Abraham Latbual yang sekarang Kepala Desa Kamlanglale, Kecamatan Namrole.

Lanjut ibu Letlora, saya ditipu dan dibohongi untuk terbitkan surat keterangan SD, tambah lagi pinjaman uang saya (red.Ibu Letlora) yang dipinjam oleh Kades Masnana Romaldus Nurlatu saat pencalonan kepala desa tahun 2016 sampe berita dimedia ini keluar belum dikembalikan, kesalnya.

Ditambahkan bunyi ketetangan surat itu bahwa Romaldus Nurlatu benar-benar tamat SD dan Ijazahnya terbakar, pada hal yang bersangkuran tidak tamat SD alias tidak pernah mengikuti ujian Ebtanas, pada Sekolah Naskat Masnana.

Disela terpisah sumber terpercaya Staf Desa dan anggota BPD yang telah dipecat saat ditemui wartawan mengatakan dana yang dikelola oleh Romaldus Nurlatu dan Afrizal Warhangan untuk Dana APBDes Masnana T.A. 2017 sebesar Rp. 1.260.110.000,- dan APBDes Masnana T.A. 2018 sebesar Rp.1.087.197.000,- sehingga total APBDes Masnana sebesar Rp. 2.347.307.000,-,

Diduga dana yang di Markup adalah dana pemberdayaan, pengadaan speedboat, mesin lampu Kampung Lele, motor Revo, 4 buah body tuna, pembangunan fisik Pustu, Pembangunan MCK Masjid Desa Masnana, pengadaan pakaian Dinas Staf Desa sudah dua kali anggarkan tapi tidak ada pakaian dinas, pengadaan pembibitan 1000 anakan pohon cengkeh dan 1000 anakan pohon pala namun yang ada hanya 100 anakan pohon cengkeh dan 100 anakan pohon pala sehingga laporan penggunaan dana APBDes Masnana banyak rekayasa dan fiktif sebgaimana di laporkan ke intansi terkait.

Setiap orang yang menagih utang sasaranya bendahara diancam oleh kepala desa bahwa kalu tidak kasih uang saya (red.Romaldus Nurlatu) ganti bendahara yang tahu bermain komputer.

Harapan forum pihak semoga proses penyelidikan terhadap kepala desa dan sekertaris Desa Masnana terkait mark-up dana desa dan ijazah palsu yang saat ini telah diperiksa Tipikor Polres Buru segera terungkap untuk diketahui masyarakat Desa Masnana dan Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan. (Grace)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *