oleh

Penipuan Pengadaan Alat Pemadam Divonis 9 Bulan

Jakarta, TribunAsia.com – Penipuan pengadaan alat pemadam api ringan (Apar) di jatuhi hukuman 9 bulan di PN Jaktim. Sebelumnya, Muhammad Fahdlan selaku Terdakwa telah memenangi tender di Sudin Damkar Jaktim.

Permasalah muncul ketika Terdakwa dilaporkan polisi karena melakukan pembayaran dengan cek kosong untuk pelunasan permintaan tabung alat pemadam api ringan pada PT Indolok Bhakti Utama sebagai penyedia perlengkapan alat pemadam. Diketahui, total transaksi itu diperkirakan mencapai total Rp 771 juta.

“Di putus 9 bulan dari tuntutan setahun. Kalau kata dia pikir-pikir yaudah Jaksa pikir-pikir juga,” jelas Handri kepada TribunAsia.com, Jum’at (21/6/2019).

Dalam perkara itu, Terdakwa baru membayar uang muka sebesar 10 persen meskipun permintaan barang telah dipenuhi oleh sales tradding atau fire and safety solusion PT Indolok Bhakti Utama hingga kini pembayaran order belum terlunasi.

Kuasa Hukum Muhammad Fahdlan menyampaikan, kliennya yang dijerat dengan Pasal 378 diganjar vonis selama 9 bulan di PN Jaktim. Abraham Nempung, SH dari kantor Piter Siringoringo dan Associates menambahkan, kendati demikian dia bersama tim masih menentukan sikap pikir-pikir atas putusan tersebut.

“Awalnya penasehat hukum mengajukan pikir-pikir atas putusan tersebut namun Terdakwa Fadhlan memutuskan untuk menerima. Terhadap putusan tersebut JPU memutuskan untuk pikir-pikir,” kata dia bersama Reinhart Frans Cesar, SH MH dan Try Sarmedi, SH MH.

Disamping itu, kata Abraham Muhammad Fahdlan terancam hukuman 4 tahun dan JPU menuntut dengan Terdakwa selama 1 tahun. Sementara, diakhir sidang Majelis Hakim yang diketuai oleh Muarif, SH memberikan vonis selama 9 tahun kepada kliennya.

“Ketika ancaman hukuman 4 tahun, Jaksa Penuntut Umum memberi tuntutan sebesar 1 tahun. Akhirnya majelis hakim memvonis selama 9 bulan,” ujarnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *