oleh

Pemilik Sabu-Sabu dan Ganja Terancam 8 Tahun Penjara dan Denda 1M

Jakarta, TribunAsia.com – Pemilik sabu-sabu dan daun ganja akan menghadapi vonis pekan depan. Dalam kesempatan sidang narkotika di PN Jaktim, Eifel Knifel Sousia (Eifel) bacakan nota pembelaan yang dibacakan seorang diri diruang Purwoto Ganda Subroto.

Terdakwa Eifel membacakan pleidoi dengan lantang yang isinya ingin dirinya direhabilitasi. Uniknya, Terdakwa membacakan kasus serupa yang dihadapi oleh beberapa Terdakwa lain yang memperoleh vonis rendah dan kemudian direhabilitasi.

“Kejadian di Bekasi Selatan Jakaspurna dan melakukan pengembangan. Saksi Waskita dan Dwi Anggoro melakukan observasi dan melakukan penangkapan,” kata Eifel diruang , Kamis (20/6/2019).

Diketahui, penangkapan narkotika itu hasil dari pengembangan dan untuk saksi-saksi yang dihadirkan kata Terdakwa tak lain adalah petugas kepolisian. Namun, dia juga mengatakan dalam nota pembelaannya Eifel menyebutkan bukan bagian dari jaringan narkoba.

“Analisa fakta dua saksi dari anggota Polri yang notabene-nya adalah keterangan copypaste. Tidak terbukti jaringan peredaran narkoba. Rehabilitasi semua adalah amanat undang-undang untuk diimplementasikan,” ucapnya.

Sementara, Majelis Hakim PN Jaktim mengatakan dalam persidangan narkotika tersebut menyampaikan kepada Terdakwa untuk memberikan peluang banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Terlebih, mengenai rehabilitasi Majelis menyarankan agar Terdakwa dapat mengurus dengan sendirinya.

“Yang jelas Perkara ini akan kami urus ke Pengadilan Tinggi biar rehab agar banding saja sendiri,” tegas Gede Ariawan, SH MH selaku ketua tim majelis hakim, Kamis (20/6/2019).

” Silahkan Pak Jaksa karena tahanan akan habis,” ujarnya.

Selain itu, JPU memaparkan sikap dirinya tetap pada pendirian sebelumnya dan sesuai dengan prinsip yang tertuang kedalam tuntutan. Ia menambahkan, Terdakwa Eifel menguasai barang bukti narkotika dengan jenis sabu-sabu dan daun ganja.

“Pada prinsipnya kami tetap pada tuntutan. Barang bukti ganja sama sabu-sabu 0,11. 0,87 netto. 0,1 sabu dan ganja 1,04 gram dan 0,16 gram. Ada timbangan,” papar Chandra Wijaya, SH.

Chandra pun kembali mengulas, untuk ancaman kepemilikan sabu-sabu dan ganja Terdakwa akan diancam dengan Pasal 111 dan 112 dengan hukuman mencapai 8 tahun serta denda senilai Rp 1 miliar.

“Ancaman pasal minimal 4 tahun utk sabu dan ganja minimal 4 tahun total 8 tahun dan denda 1 miliar subsider 1 tahun. Pasal 112 sabu-sabu dan Pasal 111 ganja,” ungkapnya JPU. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *