oleh

Polda Metro Jaya Beberkan Tindak Pidana Pencurian dan Pemberatan di RS Polri Sukanto

Jakarta, TribunAsia.com – Polda Metro Jaya beberkan penangkapan pelaku pencurian serta pemberatan tak segan-segan lukai korban. Diketahui, dua pelaku pencuri kendaraan bermotor yang berhasil ditangkap polisi mempersenjatai diri dengan senjata api.

Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan dalam aksinya pelaku mencari mangsa di sekitar pusat perbelanjaan dengan menggunakan kunci liter T.

banner 336x280

“Diparkiran kemudian ditempat-tempat supermarket dimana motor itu mudah dan juga ditempat perkantoran yang semuanya ada dihalaman depan tidak tertutup maupun didalam suatu pekarangan,” kata Argo di RS Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (15/6/2019).

Para pelaku dalam melaksanakan aksinya menyebar di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi, Jawa Barat. Untuk di wilayah Jakarta Timur sendiri, pencurian dengan kekerasan terjadi dibeberapa tempat seperti di Jalan Lubang Buaya dan Kampung Melayu.

Kemudian, tempat kejadian perkara curanmor di Bekasi terletak di parkiran ZNT Ekspres Jati Makmur, Jati Asih, Pondok Gede, Jati Warna hingga Cikarang, Jawa Barat.

Kedua tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan sedang digiring oleh petugas Kepolisian.

“Kapten Agus ini dia membawa juga kunci T yang ternyata kunci T nya sudah dibuang masih kita cari. Tapi sehari-hari setiap kegiatan itu tersangka Kapten juga bergantian dengan naik motor dengan si tersangka ini sama J (Junaedi) gantian-gantian ngaku lihat ada sasaran,” tandas Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Argo pun menegaskan, dari keterangan pelaku dia menyebutkan rata-rata hasil kejahatan yang diperoleh oleh para pelaku pencurian dan kekerasan itu mencapai 6 hingga 7 unit kendaraan roda dua.

Kini, Hengky (38) dan Junaedi alias Aceng (30) masih dalam periksaan intensif pihak Polda Metro Jaya. Adapun barang bukti yang disita polisi antara lain sepucuk senjata api, senjata tajam, handphone, dompet berisi uang tunai senilai Rp 230 ribu dan plat nomor yang diduga hasil dari kejahatan.

Dijelaskan, petugas sempat bertindak tegas dan melontarkan timah panas saat penangkapan pelaku karena diantara para pelaku pencurian tersebut memiliki senjata api.

“Kemudian DPO 2 orang itu dan kemudian setelah kita tanya rata-rata sehari tiap hari dapat antara 6 sampai 7 kendaraan itu berapa lama,” Argo.

Atas tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau pencurian dengan pemberatan para pelaku yang mengenakan rompi tahanan itu akan dikenakan Pasal 365 dan 363 KUHP dan Pasal 1 ayat (1) UU darurat RI No 12 Tahun 1951. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *